History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pariwisata Taiwan Jepang Dideklarasi Capai 8 Juta Orang Per Tahun 2020

  • 25 May, 2019
  • 譚雲福
Pariwisata Taiwan Jepang Dideklarasi Capai 8 Juta Orang Per Tahun 2020
Pariwisata Taiwan Jepang Dideklarasi Capai 8 Juta Orang Per Tahun 2020

(Taiwan, ROC) – Konferensi Tingkat Tinggi Pariwisata Taiwan – Jepang ke 12 berlangsung pada tanggal 24 Mei di Prefetur Toyama, Jepang yang membahas tentang bagaimana mengatasi masalah pertukaran wisatawan Taiwan – Jepang. Dari KTT ini berhasil mencetuskan “Deklarasi Toyama” di mana akan berupaya mewujudkan pertukaran 8 juta wisatawan pada tahun 2020.

Ketua KTT pariwisata Taiwan – Jepang yang diketuai oleh Presiden Asosiasi Pariwisata Taiwan, Yeh Ju-lan mengemukakan, tahun 2017 lalu telah menetapkan target 7 juta orang, tahun lalu pertukaran wisatawan Taiwan – Jepang hampir mencapai 6,8 juta jiwa, diyakini tahun ini dapat melebihi angka tersebut.

Yeh Ju-lan menyampaikan, melalui konferensi ini diharapkan dapat memperdalam pertukaran, strategi pemenuhan kebutuhan pariwisata baru Taiwan dan Jepang, memahami keinginan dan preferensi wisatawan dalam berwisata, agar dapat menjadikan Taiwan dan Jepang sebagai destinasi yang digemari oleh wisatawan internasional.

Ketua KTT dari pihak Jepang diwakili oleh Ketua Asosiasi Pariwisata Jepang, Kenji Abi dalam kata sambutannya menyampaikan, tahun lalu pertukaran wisatawan Taiwan - Jepang mencapai 67.260.000 orang, mencakup wisatawan Taiwan yang berwisata ke Jepang sebesar 4.757.000, kedua belah pihak menggores angka tertinggi baru dalam sejarah, ini merupakan hasil dari KTT yang telah berlangsung selama 12 tahun ini.

Kepala Biro Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Zhou Yong-hui dalam kata sambutannya menyampaikan, untuk merespon perkembangan globalisasi pariwisata, Taiwan juga dengan aktif mempromosikan “Tahun Pariwisata Taiwan 2020”, untuk tahun 2019 secara khusus mempromosikan wisata desa kecil, menekankan pada sejarah budaya, pertukaran pendidikan dan pengalaman pertanian.

Komentar

Terbarumore