Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌) menyerukan toleransi dan penerimaan sosial tanpa diskriminasi saat Taiwan menghadapi perkawinan sesama jenis yang segera diberlakukan 24 Mei.
Demikian diungkapkan juru bicara Yuan Eksekutif Kolas Yotaka usai rapat Yuan Eksekutif, Kamis, 23 Mei, mengutip pesan-pesan dari Su perihal mulai berlakunya Undang-Undang Implementasi Interpretasi No. 748 Yuan Yudikatif yang meregulasi pernikahan sejenis.
Berdasarkan hukum yang diloloskan di Yuan Legislatif 17 Mei itu, demi membangun kehidupan bersama, warga yang memiliki gender yang sama berhak membentuk suatu hubungan yang memiliki sifat keintiman secara permanen, dan dapat mengajukan pendaftaran perkawinan di instansi catatan sipil.
Dalam arti kata, mulai masa berlakunya undang-undang yaitu 24 Mei, kaum lesbian, gay, biseksual dan transeksual (LGBT) diizinkan mendaftarkan perkawinan, maka bisa dibayangkan situasi ramai di semua lembaga catatan sipil pada hari Jumat.
Menurut Kolas, Perdana Menteri berkali-kali mengingatkan bahwa meskipun undang-undang baru belum menetapkan aturan dengan jelas, asalkan setiap orang mengadopsi sikap saling mentoleransi, saling menerima dan saling menghormati, Taiwan pasti bisa maju menjadi negara lebih ramah lagi di masa depan.