History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Cheng Li-chiun Bertolak ke Amerika Lakukan Pertukaran Pengalaman Bidang HAM

  • 22 May, 2019
  • 曾秀情
Cheng Li-chiun Bertolak ke Amerika Lakukan Pertukaran Pengalaman Bidang HAM
Cheng Li-chiun Bertolak ke Amerika Lakukan Pertukaran Pengalaman Bidang HAM

(Taiwan, ROC) – Menteri Kebudayaan Cheng Li-chiun betolak ke Amerika dan mengunjungi United States Holocaust Memorial Museum (USHMM), National Museum of African American History and Culture dan National Museum of the American Indian. Cheng Li-chiun pada hari Rabu tanggal 22 Mei menyampaikan bahwa ketiga museum bertema hak asasi manusia dan perjuangan menegakkan keadilan, Taiwan bisa mempelajari tata cara manajemen dan pengalaman program pameran. Cheng menyebutkan bahwa Museum Hak Asasi Manusia Taiwan pada bulan September mendatang akan menjadi bagian dari ICOM-Federation of International Human Rights Museums, cabang Asia Pasifik, untuk itu diharapkan adanya kerjasama antara museum yang ada di Taiwan dengan Amerika, baik dalam bidang pertukaran informasi maupun penyelenggaraan pameran.

Cheng Li-chiun menyebutkan bahwa Kementrian Kebudayaan pada tahun ini akan menggelar forum museum, dan ke depannya akan mengusung Buku Putih Program Museum dan melakukan perbaikan peraturan terkait museum. Dengan melihat latar belakang pengalaman manajemen, visi misi dan perencaan dari ketiga museum di Amerika, maka bisa dijadikan sebagai bagian rujukan untuk mengelola museum yang ada di Taiwan.

Dalam catatan sejarah, terdapat sebanyak 6 juta orang Yahudi yang dibantai dalam sejarah Nazi Jerman, dan pada tahun 1993 dibangunlah United States Holocaust Memorial Museum. Cheng Li-chiun menjelaskan kepada Sara Bloomfield, kepala USHMM, bahwa dirinya sangat takjub melihat sudut pandang sebuah negara Amerika, yang mencatat sejarah dunia dan terus mengumandangkan masalah hak asasi manusia, menjaga keutuhan nilai-nilai asas demokrasi. Taiwan yang baru saja membentu Museum Hak Asasi Manusia pada tahun lalu, menjadi museum pertama di kawasan Asia yang menyuarakan hak asasi manusia yang tertindas oleh sikap politik otoriter. Dengan harapan mampu menjadikan sejarah penindasan HAM menjadi landasan pendidikan HAM di kedepannya.

Komentar

Terbarumore