(Taiwan, ROC) – Yuan Eksekutif menggelar acara diskusi sambil sarapan dengan Chinese National Association of Industry and Commerce Taiwan atau CNAIC pada hari Selasa tanggal 21 Mei di kantor Yuan Eksekutif. Perdana Menteri Su Tseng-chang memimpin rombongan yang terdiri dari berbagai pejabat kementrian, dan bersama membahas kebutuhan yang diharapkan oleh pihak para pelaku usaha perindustrian.
Su Tseng-chang untuk pertama kalinya memaparkan hasil kerja yang telah dicapai selama masa dirinya menjabat sebagai Perdana Menteri, termasuk menurunkan biaya administrasi jaminan yang menguntungkan lebih dari 100 ribuan pelaku usaha kecil dan menengah. Bagi para UMKM yang meminjam dana usaha di bawah NT$ 500 ribu, maka akan dieksekusi dalam kurun waktu 1 hari, sehingga turut memberikan kemudahan bagi lebih dari 50 ribu UMKM yang ada; Program pencegahan virus flu babi; Standarnisasi penunjukkan CEO perbankan disesuaikan dengan jumlah kredit yang berhasil dijalankan; Perbaikan sistem perpajakkan dan peraturan inovasi produk dan jasa, serta menaikkan suku bunga bagi para investor yang melakukan investasi di Taiwan, serta mengajak lebih banyak lagi pengusaha Taiwan untuk kembali berusaha di Taiwan.
Pemerintah tidak semata hanya memperbaiki lingkungan investasi yang ada saja, PM Su Tseng-chang menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 20 tahun ini, untuk pertama kalinya tercapai keseimbangan antara debit dan kredit dalam keuangan pemerintah. Dalam waktu yang bersamaan , pemerintah juga lebih giat lagi dalam membuka pasar baru di luar negeri, meningkatkan perkembangan perekonomian Taiwan.
Su Tseng-chang mengatakan, “Program Kebijakan Menuju Asia Selatan yang tengah didorong selama beberapa tahun terakhir ini, maka semua pihak dapat melihat pertumbuhan pasar Asia Tenggara yang ada hingga tahun lalu, yang berhasil mencapai NT$ 3,6 trilyun, dengan keuntungan yang berjumlah lebih dari ratuasan juta, dan lebih dari 40% pelaku usaha yang tumbuh berkembang.”
Ketua CNAIC Lin Bo-feng mengajukan beberapa usulan perbaikan, antara lain perbaikan lingkungan investasi, kebutuhan perlindungan hak para pekerja, persiapan sumber energi dan tidak memaksa pelaku usaha kelas besar untuk membeli energi hijau, perluasan pemberian insentif suku bunga bagi investor yang kembali menanamkan modalnya di Taiwan dan membuka industri asuransi untuk bidang properti.
Adapun 16 usulan perbaikan tersebut juga diberikan dalam bentuk tertulis, dan membahas 9 usulan yang tersebut di dalamnya, termasuk masalah kestabilan harga energi hijau dan rasional, revolusi insentif suku bunga, sistem penilaian pekerja asing di Taiwan dan pengembangan industri perbankan.