(Taiwan – ROC) -- Dewan Pengembangan Nasional dan Kementerian Dalam Negeri mengembangkan "Kartu Identitas Digital" yang diperkirakan akan diberlakukan pada Oktober 2020m tetapi setelah perencanaan dikeluarkan didapati tidak adanya lambang bendera negara sehingga hal ini menimbulkan kritik dari berbagai kalangan masyarakat.
Komite Urusan Internal, Yuan Legislatif, hari Kami (16/5) mengundang Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan laporan terkait proyek “perencanaan, fungsi dan anggaran biaya kartu identitas digital”. Menteri Dalam Negeri, Hsu Kuo-yung dalam wawancara sebelum rapat menyampaikan, apakah kartu identitas baru memasang bendera, ia pribadi setuju untuk memasang bendera ; tetapi saat ini semua ini masih tengah dibahas, setelah dipastikan baru dapat dengar resmi memberikan penjelasan keluar.
Hsu Kuo-yung mengatakan, “Banyak legislator mengemukakan untuk memasang bendera, saya juga setuju, tetapi setelah keputusan akhir baru dapat kami memberikan penjelasan secara resmi pada seluruh masyarakat. termasuk perincian rencana, pada bulan Juli mendatang, sampelnya baru akan dirilis pada bulan Septermber, setelah sampel keluar saya baru mulai memastikan apa yang dimunculkan diatasnya.”
Hsu Kuo-yung juga mengemukakan, “kartu identitas digital” memiliki fungsi yang lebih baik tanpa menambah anggaran biaya yang telah diperkirakan yaitu sekitar NTD4 milyar, setelah memperoleh persetujuan dari Eksekutif Yuan, anggaran dana tersebut akan dikompilasi pada tahun berikutnya.
Terkait ada legislator yang memprihatinkan bagaimana rancancang untuk kolom pasangan dalam kartu identitas digital ini, Wakil Menteri Dalam Negeri, Chang Wan-yi (張琬宜) menjelaskan, pada kartu akan menampilkan status perkawinan (sudah menikah atau belum) tetapi untuk nama pasangan tersimpan dalam chip, tidak tertera di atas kartu identitas digital.