(Taiwan, ROC) --- Perjanjian ekonomi antar Taiwan dengan Eswatini mulai berlaku semenjak bulan Desember 2018. Menteri Perdagangan Eswatini yang baru, Manqoba Khumalo direncanakan akan tiba di Taiwan pada Minggu (19/5). Menteri Luar Negeri (MOFA) mengemukakan ini merupakan perjalanan perdana Manqoba Khumalo semenjak ia menjabat menteri perdagangan. Salah satu tujuan utama dari kunjungan Manqoba Khumalo adalah untuk menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi. Ketua Divisi Asia dan Afrika yang berada di bawah naungan MOFA, Liu Bang-zyh (劉邦治), mengemukakan guna untuk mengimplementasi perjanjian tersebut, kedua pihak berencana akan membentuk sebuah komite, yang akan berfungsi sebagai platform komunikasi. Kedatangan Menteri Perdagangan Eswatini ke Taiwan adalah bukan lain untuk menandatangani “Prosedur dan Ketentuan Antar Anggota Komite”.
Terkait akan hubungan bilateral antar keduanya, MOFA mengemukakan komunikasi yang terjalin antar para petinggi dari kedua negara sangat erat. 3 Menteri Eswatini diketahui mengunjungi Taiwan pada tahun ini. Selain itu, Menteri MOFA Joseph Wu (吳釗燮) pada bulan April lalu, juga hadir dalam perayaan ulang tahun Raja Eswatini yang ke-51.
Liu Bang-zyh mengatakan, “Pemerintah Eswatini telah sedari dulu memberikan dukungannya atas Taiwan di hadapan dunia internasional; misal Majelis PBB, WHO dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim. Persahabatan antar kedua negara sangat erat dan kokoh.
Meskipun Eswatini merupakan satu-satunya negara di Benua Afrika yang menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan, MOFA tetap aktif menjalankan kerja sama antar kedua negara. Pada tahun ini, MOFA juga menggelar kegiatan dengan tajuk “Pelatihan Kepemimpinan untuk Kawasan Asia Barat dan Afrika Timur”. Dikabarkan akan ada 22 peserta yang berasal dari 9 negara akan mengikuti kegiatan ini; meliputi Eswatini, Afrika Selatan, Rusia, Mongolia, Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, Ukraina dan Georgia. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membuat para kawula muda dunia mengenal akan kekuatan lunak Taiwan dalam dunia internasional; meliputi teknologi, inovasi dan humaniora. Selain itu, dengan digelarnya kegiatan ini dapat membuat Taiwan berbagi pengalamannya dengan komunitas global.