(Taiwan, ROC) Dalam sidang interpelasi Walikota Han Kuo-yu selalu menyebut “hidup makmur” menjadi visi kebijakan zona demonstrasi ekonomi bebas, membuat masyarakat luar beranggapan Han Kuo-yu tidak siap dalam sidang tersebut; pada tanggal 5 Mei dalam streaming live di facebook Han Kuo-yu selalu menekan Yuan Eksekutif, mengimbau agar pemerintah pusat membentuk Free Economic Pilot Zone (FEPZ), dan memilih Kaoshiung sebagai FEPZ. Presiden Tsai Ing-wn pada hari ini (6/5) dalam facebook juga memberikan komentar bahwa, tidak akan membiarkan produk Taiwan dan produk Daratan Tiongkok dinilai sama, yang menjadi alasan tidak membentuk FEPZ, pihaknya bersikeras membantah zona ekonomi ini, dikarenakan selain berdampak bagi kredibilitas merek Taiwan juga menempatkan Taiwan sebagai bagian pembalasan terhadap Amerika Serikat.
Presiden Tsai mengemukakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan pada hari jumat pekan ini akan menaikkan tariff pajak hingga 25% terhadap komoditas Daratan Tiongkok, jika kebijakan demikian tidak dapat diubah, namun karena dapat mempengaruhi dunia. Jika terus memperhatikan dampak perkembangan yang ditimbulkan akibat perang dagang Amerika Serikat-Daratan Tiongkok, upaya persiapan kami tidak pernah kendur, inti strategi kebijakan pemerintahan adalah agar produk Taiwan yang semula dihasilkan di Daratan Tiongkok beralih ke Taiwan, mengadopsi produk Taiwan bukan produk Daratan Tiongkok sebagai komoditas ekspor, dengan demikian tidak mendapat pengaruh tariff pajak.
Presiden Tsai mengatakan, kami menegaskan menentang zona ekonomi bebas, dikarenakan partai maupun kepala daerah yang mengusulkan ide demikian karena mengharapkan dapat bergabung dengan Daratan Tiongkok, komoditas Daratan Tiongkok dalam zona ekonomi bebas menjadi produk Taiwan. Presiden tsai mengemukakan, di tengah masa positif dalam perang dagang Amerika –Daratan Tiongkok, ternyata masih ada politikus yang mengusulkan zona ekonomi bebas, tidak ada deferensiansi antara manufaktur Taiwan dan manufaktur Daratan Tiongkok, selain berimbas buruk bagi merek produk Taiwan, juga menempatkan resiko Taiwan dijadikan sebagai alat balas dendam.
Sekjen Yuan Eksekutif Lee Meng-yan dalam sidang interpelasi Yuan Legislatif menyampaikan, pemda Kaoshiung menyampaikan perencanaan zona ekonomi bebas dan masih banyak keraguan, dikuatirkan akan menjadi lahan pencucian kekayaan serta berdampak buruk untuk pemasaran produk pertanian Taiwan, Yuan Eksekutif belum ada perencanaan zona ekonomi bebas. Lee mengutarakan, berawal dari penuturan yang disampaikan oleh Han Kuo-yu, menunjukkan pemahamannya terhadap zona ekonomi bebas semakin jelas dan kuat.
Lee Meng-yan mengatakan, “Walikota Kaoshiung mengangkat perencanaan tentang zona ekonomi bebas, kami beranggapan masih ada banyak keraguan, masa lalu pemerintahan partai politik KMT juga pernah menolak perencanaan zona ekonomi bebas, selain itu dikuatirkan akan menjadi lahan pencucian kekayaan, masih ada produk pertanian yang dapat berimbas buruk bagi petani, oleh karena itu sementara ini pihak kami belum ada perencanaan zona ekonomi bebas seperti yang diusulkan oleh pemda Kaoshiung.”
Menteri Perekonomian Shen Jong-chin(沈榮津) merespon, yang utama karena Han Kuo-yu beranggapan bisa mengekspor komoditas dan arus uang akan masuk, akan tetapi membentuk zona ekonomi bebas malah membiarkan produk Daratan Tiongkok dengan mudah masuk ke Taiwan, ini menjadi topik permasalahan yang serius, wajib dipertimbangkan dengan seksama. Kepala Dewan Urusan Daratan Tiongkok(MAC) Chen Ming-tong mengatakan, Amerika Serikat bisa berkemungkinan pada tanggal 10 Mei mendatang menetapkan sanksi pajak terhadap komoditas Daratan Tiongkok yang bernilai 200 milyar USD, masyarakat luar semestinya memperhatikan alur perkembangan perang dagang Amerika-Daratan Tiongkok, jika tidak mempertimbangkan hal ini, maka berkemungkinan akan gagal fokus.