(Taiwan, ROC) Taiwan Film Festival Berlin ke-2 digelar pada tanggal 5 Mei, menayangkan film documenter bertajuk Father yang disutradarai Yang Li-chou楊力州, dalam film ini dimainkan oleh seorang pemeran utama yang berusia 88 tahun seorang pemain wayang potehi Chen Hsi-huang(陳錫煌), ia juga diundang untuk menghadiri acara pembukaan dan bertatap muka langsung dengan hadirin, kondisi di tempat sangat mengesankan bagi hadirin.
Festival dilm Berlin yang diselenggarakan oleh masyarakat Taiwan yang menetap di Berlin, pada tahun ini memasuki tahun ke-2, kegiatan ini bermodal dari sumbangan dana masyarakat umum, direncanakan dialokasikan untuk penayangan 6 film seperti Father, Kano, Hang in There, Kids!, Alifu, the Prince/ss, Black Bear Forest, The Great Buddha+ di bioskop Kino Central.
Di tengah acara Yang Li-chou mengatakan, selama 10 tahun yang lalu, ia melihat melihat pemerintah menggelar kegiatan pencitraan Taiwan, pertunjukan seni wayang potehi menaklukkan posisi gunung Yu yang popular, hal ini menunjukkan bahwa masyarakat umum beranggapan wayang potehi bisa mewakili Taiwan, mulai semenjak saat itu berpikiran untuk merekam dan membuat dilm tentang wayang potehi, sekali merekam menghabiskan waktu 10 tahun lamanya.
Yang Li-chou mengatakan, melihat pemain wayang potehi maka sangat merasakan, gerakan tangan mereka begitu mendetail, ekspresi yang jelas, tampilan asli dari wayang potehi yang begitu indah, berbeda dengan yang terlihat melalui televisi. Meskipun pertunjukan seni ini hampir memudar, maka dilm dokumentasi ini dapat dikatakan sebagai cara untuk menghidupkan kembali seni pertunjukkan wayang potehi, namun semestinya estetika dari pertunjukan seni ini tidak semestinya pudar begitu saja.
Beruntung sekali, pada akhir tahun lalu dipublikasikan film bertajuk Father, mendapat sambutan hangat dari pemirsa, semakin banyak masyarkat yang beranggapan pentingnya menjaga budaya seni, Kementerian Kebudayaan mulai menyusun anggaran, mulai memperhatikan seni budaya tradisional yang perlu diwariskan dan hal ini sangat mengesankan.
Pemain wayang potehi yang berusia 88 tahun, bermain dalam film dokumentasi Father turut menghadiri acara pembukaan fetival film Taiwan, sangat menarik perhatian hadirin. Chen Hsi-huang mengatakan, dia selalu meneliti apa saja yang perlu diperbaiki agar wayang potehi semakin baik, supaya masyarakat modern bisa menerima budaya wayang potehi ini. Hingga usia ke-79 tahun, baru membentuk kelompok wayang potehi yang bertujuan untuk meneruskan budaya seni ini, asalkan ada yang bersedia menekuni seni ini maka ia bersedia mengajarinya.
Kegiatan ini akan berlanjut di pusat kesenian ufaFabrik pada tanggal 6-7 Mei selama 2 hari.