History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Sebutan TKA Tidak Dipakai Lagi Hsu Kuo-yung Resmi Umumkan Sebutan “PMA”

  • 03 May, 2019
  • 曾秀情
Sebutan TKA Tidak Dipakai Lagi  Hsu Kuo-yung Resmi Umumkan Sebutan “PMA”
Sebutan TKA Tidak Dipakai Lagi Hsu Kuo-yung Resmi Umumkan Sebutan “PMA”

(Taiwan-ROC) -- Berdasarkan data statistic Kementerian Tenaga Kerja, saa ini terdapat lebih dari 700 ribu Pekerja Migran Asing (PMA), di kota Taoyuan mencpai 110 ribu orang PMI, merupakan kota yang memiliki PMA terbanyak di seluruh Taiwan, komunitas PMA ini berasal dari Vietnam, Indonesia, Thailand, Filipina dan lainnya, selain memberikan sumbangsih bagi pembangungan pekerjaan umum utama pemerintah, mereka juga mengisi kekurangan tenaga kerja dalam sistem perawatan jangka panjang Taiwan.

Menteri Dalam Negeri, Hsu Kuo-yong hari Jumat (3/5) pagi dengan ditemani Kepala Biro Imigrasi, Chiu Feng-kuang mengunjungi sebuah pabrik makanan Imei di Nankan, Taoyuan untuk memantau pekerja di pabrik tersebut, setelah mendengar laporan singkat pabrik, Hsu Kuo-yung yakin produsen Imei yang merekrut PMA langsung dari negara asal, membuat para PMA ini dapat menghemat biayan agensi, meningkatkan pemasukan teman-teman pekerja asing, juga memuji para pekerja asing ini sebagai pahlawan tanpa nama yang berjasa bagi perkembangan ekonomi Taiwan.

Hsu Kuo-yung juga mengumumkan, selanjutnya akan dengan resmi menganti sebutan untuk teman-teman pekerja dari luar negeri, dari sebutan “Tenaga Kerja Asing (TKA)” menjadi “Pekerja Migran Asing (PMA)”, sebutan yang tertulis dalam kartu identitas (ARC) juga akan diganti menjadi Pekerja Migran Asing (PMA), Hsu Kuo-yung juga akan memberikan kartu identitas ini ke tangan PMA, berharap dengan perubahan sebutan nama ini dapat memberikan dampak positif bagi penggunaan bahasa agar masyarakat semakin menjunjung dan menerima dengan tangan terbuka.

Hsu Kuo-yong mengatakan, “Kami tidak lagi menyebutnya Tenaga Kerja Asing, kami ingin mengunakan sebuah sebutan yang lebih netral, untuk itu kami tidak dapat memberikan julukan atau stigma, untuk itu mulai dari sekarang, kami menyebutnya Pekerja Migran Asing, dengan demikian kami juga akan merubah sebutan dalam kartu ijin tinggal ARC, kami akan merubahnya menjadi Pekerja Migran Asing.”

Komentar

Terbarumore