(Taiwan, ROC) --- Pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2019, Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Yuan Legislatif mengundang Biro Keamanan Nasional (NSB) dan Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) untuk memberikan laporan terkait “Langkah Penanggulangan Serangan Informasi Palsu Daratan Tiongkok”. Dalam laporan tersebut, NSB mengemukakan Negeri Tirai Bambu diketahui mencontoh strategi yang pernah diterapkan Rusia atas Pulau Krimea. Berdasarkan analisa dari para pakar; Daratan Tiongkok dinilai memanfaatkan celah hukum, unsur demokrasi serta keterbukaan informasi yang dimiliki oleh Taiwan, kemudian menyebarkan perselisihan.
NSB menambahkan Negeri Tirai Bambu menggunakan berbagai cara untuk menyusup masuk ke Taiwan; misal dengan menyebarkan berita kontroversial, memutarbalikkan fakta, memalsukan informasi, dan memprovokasi. Selain itu, mereka juga memanfaatkan berita yang diwartakan oleh Taiwan, kemudian memprosesnya dengan menambahkan informasi palsu dan disebarkan melalui media sosial Daratan Tiongkok. Mereka juga diketahui membuat berita atau informasi yang tengah hangat diperbincangkan di Taiwan, yang ditambahi dengan simbol atau kata-kata yang kontroversial, dan kemudian disebarkan di media sosial Taiwan. Daratan Tiongkok juga kerapkali menggunakan akun palsu dan menyusup masuk ke dalam jaringan sosial Taiwan. Media resmi Daratan Tiongkok juga diketahui mengarang berita palsu, kemudian disebarkan di platform media mereka, yang mana pada akhirnya berita “salah” itu tersebar hingga ke Taiwan maupun ke ranah yang lebih luas.
Ketua NSB, Chen Wen-fan (陳文凡) mengatakan, “Yang keempat adalah, Daratan Tiongkok kerapkali menggiring arah dari informasi tersebut. Mereka akan menyediakan informasi khusus yang sesuai dengan arahan mereka, baik untuk Daratan Tiongkok pribadi ataupun untuk Taiwan. Pesan-pesan kontroversial yang disebarkan adalah bukan lain untuk memecah belah masyarakat Taiwan, dan menggiring media lain untuk terikut dalam arahan mereka.”
NSB mengemukakan Taiwan telah memiliki langkah-langkah penanggulangan yang sesuai dengan peraturan hukum, meliputi mengumpulkan seluruh laporan yang dapat menganggu keamanan dan stabilitas sosial Taiwan. Informasi tersebut akan dilaporkan kepada instansi berwenang untuk ditindaklanjuti. Melalui sosialisasi dan pembelajaran yang mumpuni, memperkuat kemampuan masyarakat dalam memilah ragam berita yang tersebar.
Selain itu, NSB juga menambahkan, berdasarkan penelitian dari para pakar, penyebaran berita palsu merupakan strategi akhir dari peperangan informasi. Dibutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun, untuk menetralkan berita palsu yang tersebar di musim pemilu. Taiwan sudah seharusnya bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki prinsip serupa. Ke depannya, NSB akan menganalisa seluruh informasi yang ada dan mempelajari pola serangan dari Daratan Tiongkok, serta meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan.