(Taiwan, ROC) --- Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan bahwa perusahaan Raytheon berhasil memenangkan proyek senilai US$ 419.08 juta (setara dengan NT$ 12.9 miliar). Proyek ini akan memproduksi rudal AIM-9 Sidewinderyang akan dikembangkan versinya untuk Angkatan Laut dan Udara Amerika Serikat, serta 20 negara lainnya, termasuk Taiwan.
Pentagon menambahkan proyek yang diperoleh oleh Raytheon kali ini, mencakup produksi AIM-9X Block IIke-19, pelatihan bom yang dipasang di udara, alat uji bom dan suku cadang. Diperkirakan seluruh proyek ini akan selesai pada bulan Oktober tahun 2022 mendatang.
Suku cadang yang akan dikembangkan, meliputi; optik detektor, unit pemandu, dan komponen pada rudal.
Selain disediakan untuk Angkatan Laut dan Udara Amerika Serikat; berdasarkan daftar yang tertera dalam Kebijakan Penjualan Senjata Militer Asing (FMS), senjata ini akan diiual kepada 20 negara; meliputi Australia, Belgia, Denmark, Finlandia, Indonesia, Israel, Jepang, Kuwait, Malaysia, Moroko, Oman, Belanda, Norwegia, Polandia, Qatar, Romania, Arab Saudi, Singapura, Slovakia, Korea Selatan, Swiss, Taiwan, Turki dan Uni EmiratArab.
Rudal AIM-9X dapat digunakan sebagai senjata yang dilancarkan dari udara ke udara, maupun dari udara ke darat. Rudal ini juga dapat dipasangkan di pesawat tempur jenis F-15, F-16, F/A-18, E/A-18G, F-22, dan F-35.