(Taiwan – ROC) -- Pan Demokrat Hongkok tanggal 28 April kemarin melancarkan kegiatan demo “Tolak Daratan Tiongkok – lawan hukum yang tidak benar”, yang berhasil mengundang 130 ribu orang turn ke jalan, menolak pemerintah Hongkong melakukan amandemen peraturan buronan, karena mengkhawatirkan setelah peraturan ini diloloskan, mungkin buronan politik akan diusung ke Daratan Tiongkok untuk diperiksa, dan warga Hongkong beranggapan rancangan peraturan ini sebagai “peraturan Daratan Tiongkok”. Perdana Menteri Su Tseng-chang hari Selasa (30/4) mengemukakan, peraturan ini tidak saja beresiko bagi warga Taiwan yang berbisnis ke Hongkong, diharapkan melihat Hongkong seperti sekarang ini bisa membuat kita semua menjadi lebih was-was, jangan sampai Taiwan menjadi seperti Hongkong.
PM Su Tseng-chang mengatakan, “Melihat pembahasan kebebasan ini saja, melihat pencidukan kaum muda yang turut dalam kegiatan ini, berbeda dengan janji satu negara dua sistem, tidak akan berubah selama 50 tahun dari Daratan Tiongkok pada warga Hongkong, ini adalah ngomong bohong, untuk itu jangan sekali-kali percaya dengan omongan manis, demokrasi kebebasan warga Taiwan didapat dari perjuangan kita semua selama bertahun-tahun, untuk itu harus dipertahankan dan dijaga baik-baik.”
Su Tseng-chang mengkritik, kaum muda Hongkong yang ditangkap hanya karena sebuah pidato, ditahan bertahun-tahun karena berpartisipasi dalam sebuah kegiatan, janji Daratan Tiongkok pada warga Hongkong, 1 negara 2 sistem hanyalah tong kosong belakang, menghimbau kita semua untuk tidak tertipu dengan janji-janji manis.