History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kemampuan Medis Taiwan di Sektor Pengobatan Drug Resistant Tuberculosis Patut Dicontoh

  • 30 April, 2019
  • 尤繼富
Kemampuan Medis Taiwan di Sektor Pengobatan Drug Resistant Tuberculosis Patut Dicontoh
Kemampuan Medis Taiwan di Sektor Pengobatan Drug Resistant Tuberculosis Patut Dicontoh

(Taiwan, ROC) --- Drug Resistant Tuberculosis merupakan masalah utama yang mengancam kesehatan manusia. Amerika Serikat, Taiwan dan Jepang pada Selasa (30/4) menggelar seminar pelatihan. Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW), Chen Shih-chung (陳時中) mengatakan tingkat keberhasilan Taiwan akan pengobatan terhadap Multi-Drug Resistant Tuberculosis di Taiwan, mencapai 80%. Angka ini lebih baik, jika dibandingkan dengan proporsi internasional 55%, menjadikan Taiwan sebagai panutan di kawasan Asia Pasifik. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan jumlah pasien Drug Resistant Tuberculosis di dunia pada tahun 2017, mencapai 558.000 orang. 82% nya dikategorikan mengidap Multi-Drug Resistant Tuberculosis, dengan tingkat penyembuhan berkisar 55%. Data juga memperlihatkan Benua Asia merupakan kawasan yang sering terjangkit wabah ini, dengan persentase 55%.

Chen Shih-chung mengemukakan guna untuk memperkuat manajemen terhadap penyakit Drug Resistant Tuberculosis, Taiwan telah membentuk tim perawatan medis pada tahun 2007. Dengan menggabungkan sumber daya dari mekanisme asuransi kesehatan dan Ditjen Pengendalian Penyakit, memberikan layanan diagnosa gratis dan perawatan khusus. Tingkat keberhasilan Taiwan dalam menangani penyakit ini mencapai 80%, menjadikan Taiwan sebagai panutan yang baik untuk kawasan Asia Pasifik.

Walaupun posisi geografis Taiwan yang bersebelahan dengan negara-negara yang rentan terkena tuberkulosis, namun proporsi masyarakat yang telah terjangkit penyakit ini terus mengalami penurunan. Kerja keras dari tim MOHW, dapat menekan angka pasien yang terjangkit penyakit ini. Dari yang semula 73 kasus per 100.000 di tahun 2015, menurun menjadi 37 kasus per 100.000 di tahun 2018. 

Di bawah kerangka kerja sama pelatihan internasional, Taiwan bersama dengan Amerika Serikat dan Jepang, menggelar “Lokakarya Global Manajemen Penanggulangan Drug Resistant Tuberculosis”. Seminar ini akan berlangsung hingga 3 Mei 2019 mendatang, dengan mengundang penanggung jawab program TBC nasional Asia dan pengawas laboratorium. 

Selain Wakil Presiden Chen Chien-jen (陳建仁), beberapa tokoh penting lainnya juga hadir dalam pertemuan ini; misal Mantan Menteri Kesehatan Amerika Serikat Tom Price, Direktur Insitut Amerika di Taiwan (AIT) William Brent Christensen dan Wakil Ketua Kantor Perwakilan Jepang di Taiwan Nishiumi Shigehiro.

Ketika diwawancara, Chen Shih-chung mengemukakan bahwa kontribusi nyata yang diberikan Tom Price dan para pakar Jepang, memperlihatkan dukungan kuat dari Amerika Serikat dan Jepang terhadap partisipasi Taiwan dalam pertemuan Majelis Kesehatan Dunia. Ini tidak hanya menunjukkan eratnya hubungan kerja sama di sektor kesehatan, namun juga menegaskan peran Taiwan dalam pengembangan pertahanan kesehatan dunia.

Multi-Drug Resistant Tuberculosis memiliki tingkat pengobatan yang sulit. Perawatan penyakit ini membutuhkan waktu pengobatan 3 kali lebih lama, dibandingkan penyakit TBC pada umumnya. Diperlukan waktu 1 setengah hingga 2 tahun, untuk mengonsumsi obat secara teratur. Wakil Ditjen Pengendalian Penyakit, Luo Yi-jun (羅一鈞) mengemukakan dari setiap kasus penyakit TBC di Taiwan, 1% diketahui mengidap Multi-Drug Resistant Tuberculosis. Sedangkan untuk skala internasional, proporsi ini masih berada di kisaran 5%. Kemampuan medis Taiwan yang memiliki jaringan mumpuni, dan mekanisme perawatan, serta kebijakan yang terintegrasi, patut dicontoh oleh negara-negara lain.

Komentar

Terbarumore