(Taiwan – ROC) - Seorang pelajar asal Daratan Tiongkok yang saat ini tengah melanjutkan pendidikan di Chia Nan University of Pharmacy and Science, Lee Jia-bao(李家寶) beberapa hari lalu mengemukakan pertentangannya terhadap otokrasi Presiden Daratan Tiongkok, Xi Jin-ping, sehingga menarik perhatian orang, hari Senin (29/4) pagi Lee Jia-bao datang ke Ditjen Imigrasi dan mengemukakan kalau ijin tinggalnya di Taiwan akan berakhir pada awal bulan Juli mendatang, untuk itu ia meminta suaka politik agar dapat mengajukan ijin tinggal jangka panjang. Wakil Ditjen Imigrasi, Zhong Jing-kun ketika diinterpelasi menyampaikan, Ditjen Imigrasi bersama Kementerian Urusan Daratan Tiongkok (MAC) dan instansi terkait lainnya akan mengelar rapat pemeriksaan. Zhong Jing-kun mengemukakan, Ditjen Imigrasi telah menerima pengajuan dari Lee Jia-bao, beberapa hari lalu masih belum mengetahui jelas situasinya, Ditjen Imigrasi akan berdasarkan peraturan hubungan masyarakat antar selat terkait perpanjangan ijin tinggal dan akan secepatnya mengelar rapat pemeriksaan setelah itu baru memberikan penjelasan pada umum.
Visa ijin tinggal pelajar Daratan Tiongkok, Lee Jia-bao akan jatuh tempo pada bulan Juli, pagi tadi (29/4) mendatangi Ditjen Imigrasi, mengajukan suaka politik sehingga dapat memperpanjang ijin tinggalnya. Lee Jia-bao yang tahun ini berusia 21 tahun pada bulan Maret kemarin melalui akun Twitter cuitan siaran langsungnya mengkritik Pemimpin Daratan Tiongkok, Xi Jing-bing, setelah tahun kemarin merevisi konstitusi menjadikannya “kaisar”, sehingga Daratan Tiongkok memasuki masa yang lebih gelap daripada masa revolusi. meskipun dalam ketakutan akan stabilitas politik Partai Komunis Daratan Tiongkok, tetapi ia telah melakukan persiapan dan berani mengatakan, “batas waktu Partai Komunis Daratan Tiongkok sudah tiba” dan komentar-komentar lainnya yang menarik perhatian orang.
Lee Jia-bao merasa apabila ia pulang ke Daratan Tiongkok sudah pasti akan ditangkap dengan tuduhan “subversi negara”. terkait dengan visa tinggalnya sebagai pelajar yang akan berakhir semester ini, Lee Jia-bao pagi hari ini (29/4) mendatangi kantor Ditjen Imigrasi dengan alasan mengajukan suaka politik agar dapat memperpanjang ijin tinggalnya. Saat diwawancarai Lee Jia-bao mengemukakan bahwa di Taiwan tidak ada ketentuan hukum terkait suaka politik, sekarang ini ia tidak dapat memprediksi hasil dari pengajuannya, tetapi berharap dapat menyelesaikan sekolahnya di Taiwan.
Lee Jia-bao menyampaikan, ia memiliki rencana jangka panjang tinggal di Taiwan. Saat ini berencana untuk menyelesaikan terlebih dahulu sekolahnya, untuk pekerjaan masih akan dipertimbangkan, meskipun berapa keraspun kehidupan di Taiwan, ia bersedia menetap di Taiwan.