History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kemenhan: 2 Kapal Perang AS Masuk Selat Taiwan, Komitmen Menjaga Kebebasan Kawasan Indo Pasifik

  • 29 April, 2019
  • 鄭蕙玲
Kemenhan: 2 Kapal Perang AS Masuk Selat Taiwan, Komitmen Menjaga Kebebasan Kawasan Indo Pasifik
kapal perusak AS, Stethem memasuki selat Taiwan

(Taiwan, ROC) Kementerian Pertahanan pada hari Senin ini (29/4) menyampaikan dua kapal tempur Amerika Serikat berlayar dari Barat Daya Laut Tiongkok Selatan, dari Selatan ke Utara memasuki perairaan selat Taiwan. Kemenhan mengatakan, kapal–kapal angkatan laut Amerika Serikat bebas berlayar, menjalankan tugas menjaga stabilitas dan perdamaian laut kawasan Indo Pasifik, berdasarkan stabilitas regional dan keamanan nasional selama kapal-kapal angkatan laut Amerika Serikat berada di sekitar teritorial laut Taiwan, menggunakan Integrated Maritime Surveillance System(IMSS) untuk memantau, selama kapal-kapal Amerika melintasi selat Taiwan kondisi tetap stabil.

Pihak militer AS juga mengkonfirmasikan bahwa, dua kapal perng angkatan laut memasuki selat Taiwan pada tanggal 28 April 2019, walaupun mendapat protes dari pihak Daratan Tiongkok, namun Kemenhan Amerika Serikat semakin sering melintasi selat Taiwan, Armada Pasifik Amerika Serikat (U.S. Pacific Fleet) mengeluarkan pernyataan bahwa, angkatan laut yang memasuki selat Taiwan sebagai komitmen Amerika Serikat terhadap kebebasan dan keterbukaan terhadap Samudera Hindia.

Disebutkan, kedua kapal perusak yaitu William P. Lawrence dan Stethem. Media Reuters melaporkan, pelayaran ini difungsikan untuk pengawasan lebih ketat dan meningkatkan resiko ketegangan dengan Daratan Tiongkok, gesekan antara Taipei dan Beijing semakin meningkat, ada kemungkinan dikarenakan faktor Taiwan dianggap sebagai simbol dukungan dari pemerintahan Presiden Donald Trump. Taiwan merupakan salah satu titik panas hubungan antara Amerika Serikat-Daratan Tiongkok, mencakup perang dagang, sanksi Amerika Serikat dan ditambah lagi dengan Laut Tiongkok Selatan menjadi lokasi militer menunjukkan kekuatannya. Sementara pihak Amerikapun melakukan pengawasan dengan mengutus kapal perusak berlayar di laut Tiongkok Selatan.

Selain itu, ada media juga membeberkan kutipan dari pejabat, pihak militer Daratan Tiongkok terus melakukan latihan militer perairan laut lepas, saat ini dibandingkan dengan sebelumnya telah mengurangi pengiriman kapal pengintai, saat mengawasi pesawat tetap menjaga jarak 30 km dengan pesawat militer Daratan Tiongkok, dikarenakan dalam jarak 30 km rentang jangkauan paling efektif untuk rudal udara, kedua belah pihak tetap menjaga jarak aman dan menghindari terjadinya serangan penembakan.

Komandan angkatan udara pada hari Senin ini (29/4) mengatakan, kapal militer Daratan Tiongkok yang berlayar di perairan lepas, berdasarakan ketentuan persiapan perang angkatan udara mengutus pesawat pengintai memberikan peringatan dan mengusir, berpegang pada prinsip “tidak bersikap memusuhi dan tidak memprovokasi” guna menjaga keamanan teritorial udara Taiwan.

Komandan angkatan udara menekankan, asalkan ada kapal militer tidak jelas yang memasuki teritorial dan teridentifikasi oleh angkatan udara pihak kami, maka menggunakan sistem pengawasan IMSS memonitor dan segera menindaklanjuti dengan cara yang tepat, agar stabilitas nasional tetap terjaga dan mengimbau masyarakat tidak perlu cemas.  

Komentar

Terbarumore