(Taiwan, ROC) – Pemerintah Hongkong belum lama ini baru saja merumuskan perbaikan perundang-undangan terdakwa kaburan. Mantan kepala toko buku Causeway Bay Hongkok, Lin Wong-ji mengkhawatirkan jika perbaikan peraturan terdakwa kaburan, berkaitan dengan “Peraturan penyerahan kepada pihak Daratan Tiongkok”, diloloskan, maka warga Hongkong berkemungkinan dapat digiring ke Daratan Tiongkok untuk diselidiki dengan cara yang tidak adil. Untuk itulah Lin Rong-ji mengajukan visa izin tinggal menetap sementara di Taiwan. Ia pada hari Senin tanggal 29 April saat menerima wawancara oleh Radio Taiwan Internasional, membenarkan apa yang disebutkan di dalam rumor, yaitu ia benar-benar khawatir tentang kondisi yang ada, sehingga baru datang ke Taiwan.
Lin Rong-ji mengatakan,“Saya adalah orang yang telah diberikan sanksi sebagai terdakwa secara terbuka, sehingga saya tidak boleh menunggu lolosnya peraturan baru meninggalkan Hongkong, karena jika telah diloloskan, maka saya berkemungkinan tidak dapat lagi keluar dari Hongkong.”
Lin Rong-ji mengingatkan bahwa jika peraturan tersebut diloloskan, maka hal tersebut tidak saja hanya berlaku bagi warga Hongkong saja, melainkan semua orang yang diciduk saat singgah di Hongkong, berkemungkinan akan dapat segera ditangkap, dan tidak ada pengecualian terhadap siapapun.
Membahas masalah langkah ke depannya, ia menjawab bahwa dirinya berharap bisa mendapatkan rusat izin menetap jangka panjang di Taiwan, bahkan membuka kembali toko buku Causeway Bay di Taiwan, karena ini merupakan sebuah simbol untuk menentang sikap otoriter.
Lin Rong-ji mengatakan, “Jika memungkinkan, maka ingin menetap di Taiwan, di sini biar bagaimanapun masih dikategorikan sebagai tempat yang bebas dan demokrasi. Saya hanya merasa heran, mengapa masih ada orang Taiwan yang hendak dikontrol oleh Daratan Tiongkok! Silahkan melihat Hongkong, Silahkan melihat saya, jika kelak reunifikasi dengan Daratan Tiongkok, apakah hal yang terjadi pada diri saya, juga dapat terjadi pada setiap warga Taiwan.”
Pada bulan akhir Oktober 2015, Lin Rong-ji beserta dengan pemilik toko buku Causeway Bay dan 5 orang staff lainnya menghilang, dan pada akhirnya menjadi terdakwa oleh pihak pemerintah Daratan Tiongkok, dengan dugaan mengoperasikan toko buku secara ilegal.