History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Aksi Demo Hapus Nuklir Digelar

  • 27 April, 2019
  • 譚雲福
Aksi Demo Hapus Nuklir Digelar
Aksi Demo Hapus Nuklir Digelar

        (Taiwan, ROC) – Aksi demo “Hapus Nuklir” digelar pada hari Sabtu tanggal 27 April sore hari. Pihak panitia aksi demo menggelar jumpa pers pada pagi hari dan kembali menyebutkan permintaan penghapusan nuklir, dan kembali mengonfirmasi bahwa kegiatan tidak mengundang kandidat presiden manapun. Sementara di pihak lain, kelompok yang mendukung program nuklir tengah melakukan kegiatan penandatangan petisi yang bertajuk “Kembali membangun PLTN 4” dan “Tenaga nuklir kurangi batubara”, di depan gedung Taipei Main Station.

        Untuk mengenang peristiwa ledakan nuklir di Chernobyl, Platform aksi hapus nuklir nasional pada hari Sabtu tanggal 27 April menggelar aksi demo secara bersamaan di dua tempat yakni di jalan Ketagalan di Taipei dan di Kaoshiung, dengan tajuk “Tinggalkan nulir, gunakan energi ramah lingkungan”, dan sekaligus memberikan informasi terkait bahaya bencana nuklir kepada masyarakat luas .

        Sebelum aksi demo digelar, panitia hapus nuklir menggelar jumpa pers di jalan Ketagalan, memberikan agenda jadwal susunan acara aksi demo, mengklarifikasi bahwa aksi kegiatan tidak mengundang kandidat presiden manapun.

        Wakil Ketua Pelaksana Yayasan Civil of Earth Tsai Chung-yue memaparkan bahwa kelompok peduli lingkungan mengundang setiap perwakilan dari partai, untuk bisa meminta para anggota partai yang memiliki pemikiran yang serupa untuk dapat bersama-sama mengikuti aksi demo tersebut. Hal ini telah mulai dilakukan sejak tahun 2013, sama halnya dengan tahun ini, sehingga tidak ada hal yang dikategorikan sebagai tahun yang khusus atau spesial.

        Tsai Chung-yue menjelaskan bahwa tahun ini diprediksi kegiatan aksi demo akan diikuti oleh Aliansi Manula, Partai Hijau dan Partai Sosial, sementara Partai DPP dan New Power Party masing-masing akan naik ke atas mimbar untuk memberikan kata sambutan. Berkenaan dengan siapa saja yang akan datang mewakili partai, pihak panitia tidak mengintervensi, dan tentu berharap setiap kandidat presiden atau politikus juga dapat bersama-sama mengikuti aksi demo tersebut.

        Juru Bicara Platform aksi hapus nuklir nasional Chui Hsu-shin menyampaikan bahwa dalam aksi demo tahun ini akan mengajukan permintaan antara lain “Selamat tinggal 10% energi nuklir, tanamkan sistem energi hijau mengurangi batubara” dan “Hapus PLTN 4 yang berbahaya, pensiunkan PLTN tua”. Semua permintaan ini dimaksudkan demi untuk menjaga keamanan tenaga nuklir yang ada, sementara untuk PLTN tua antara lain 1, 2 dan 3, jika telah memasuki masa kedaluarsa maka tidak akan diperpanjang lagi pengoperasiannya. Selain itu PLTN no 4 yang kerap ditemukan memiliki masalah, maka hendaknya dihapuskan. Listrik bertenaga nuklir sendiri menduduki 10% dari sumber listrik yang ada, dan hal ini bukanlah tidak mungkin untuk tidak tergantikan dengan sumber energi yang lain.

        Chui Hsu-shin juga menjelaskan bahwa untuk dapat menyamai langkah dalam hal pengurangan sumber energi listrik dari bahan batubara, maka energi listrik yang dapat menggantikannya adalah sumber energi hijau yang ramah lingkungan, dan bukan sumber energi dari nuklir.

        Selain kelompok yang anti nuklir, maka ada juga kelompok yang mendukung nuklir, sehingga pada hari Sabtu tanggal 27 April, telah meminta bantuan tenaga sukarelawan dapat berada di setiap stasiun kereta api di seluruh Taiwan, termasuk di setiap stasiun kereta MRT, untuk menggelar penandatanganan petisi dukungan. Panitia berharap dengan cara meminta tandatangan petisi dari masyarakat yang hilir mudik di stasiun kereta ataupun MRT, maka dapat turut mampu mensosialisasikan 2 petisi, antara lain “Bangun kembali PLTN 4” dan “Energi nuklir untuk kurangi batubara”.

        Mantan Wakil Kepala NTU Hospital, Wang Ming-jiuh juga berseru kepada masyarakat untuk dapat mendukung petisi tersebut. Wang Ming-jiu mengharapkan setiap masyarakat dapat memberi Taiwan satu kesempatan, memutuskan yang terbaik bagi masa depan dan diri sendiri. Wang menyebutkan bahwa dirinya sempat berkunjung ke PLTN no 4, yang mana disebutkan sebagai bagian pembangunan yang sangat penting, ia adalah seorang dokter, tentu tidak menyukai energi nuklir, namun kenyataan yang ada di Taiwan adalah Taiwan membutuhkan energi nuklir.

        Wakil Ketua Umum KMT, Hao Long-bin yang juga turut hadir menjelaskan bahwa yang menjadi perhatian dari warga saat ini adalah program pengadaan sumber energi listrik. Partai DPP menggunakan cara pemberian subsidi untuk pengadaan energi hijau, energi angin, namun kenyataannya tidak memperbaiki program pengadaan listrik yang ada, bahkan hanya menguntungkan perusahaan tertentu saja. Untuk itu dirinya mengimbau seluruh warga untuk dapat menggunakan cara yang demokrasi yang langsung, untuk menyampaikan kepada pemerintah Partai DPP bahwa kita ingin membangun kembali PLTN no 4 dan kita ingin menggunakan energi nuklir untuk menjaga energi hijau lainnya.

Komentar

Terbarumore