(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen pada hari Rabu tanggal 24 April dijadwalkan bertemu dengan Ketua Umum Fraksi Partai Republik Amerika, Tommy Hicks. Dalam kata sambutannya, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan ucapan terima kasih kepada Partai Republik atas dukungannya kepada Taiwan yang juga berasaskan demokrasi, khususnya pada tahun 2016 yang secara resmi meloloskan “Hubungan Amerika-Taiwan” dan “6 Komitmen” ke dalam ADRT Partai Republik, dan sekaligus menegaskan dukungan Amerika kepada Taiwan. Hal ini juga menunjukkan bahwa Amerika memberikan dukungan melalui aksi dan tindakan yang nyata.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Selain Wakil Presiden Michael Richard Pence dan Menteri Luar Negeri Michael Richard Pompeo di dalam berbagai ajang terbuka telah menyuarakan apresiasi terhadap cerita keberhasilan asas demokrasi Taiwan, pada pekan lalu, pemerintah Trump untuk yang ketiga kalinya mengumumkan persetujuan penjualan alutsista kepada Taiwan, bahkan menormalisasikan proses penjualan alutsista kepada Taiwan. Kami melihat hal ini sebagai bentuk dukungan Amerika kepada Taiwan melalui aksi dan tindakan yang nyata.”
Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan pada awal tahun ini, Taiwan dan Amerika bekerja sama menggelar kegiatan dengan tajuk “Dialog Perlindungan Kebebasan Beragama dalam Kehidupan Sipil Masyarakat di Kawasan Samudra Hindia dan Pasifik”, dengan merujuk kepada struktur kerjasama dan pelatihan global atau GCTF, turut menggelar kegiatan “Kamp Pemberdayaan Perekonomian Perempuan Internasional”, serta bersama mengumumkan “Sistem konsultasi penanganan asas demokrasi kawasan Hindia Pasifik”. Hubungan kerjasama antara Amerika dan Taiwan juga telah berhasil membuahkan kekuatan positif baru di kawasan Hindia Pasifik, sehingga mampu menjadikan kawasan lebih demokrasi, bebas dan terbuka.
Presiden Tsai Ing-wen juga menyebutkan bahwa dalam kurun waktu terakhir ini, terlihat adanya kekuatan anti demokrasi yang radikal terus merebak di berbagai belahan negara. Oleh sebab itu nilai-nilai penting dari demokrasi dan kebebasan menghadapi tantangan besar yang belum pernah ada selama ini. Taiwan sendiri juga berada di garis terdepan untuk menghadang berkembangnya kekuatan anti demokrasi yang ada. Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan bahwa masyarakat Taiwan tidak akan pernah meninggalkan atau menegosiasikan tatanan kehidupan berdemokrasi yang ada. Berawal dari masa kepemerintahan yang diktator hingga proses memasuki sistim negara yang demokrasi, sikap Taiwan tidak pernah menyusut kecil sedari awal, dan juga tidak akan berubah di kedepannya. Taiwan akan terus memainkan peran sebagai rekan koalisi Amerika yang dapat dipercaya di dalam kawasan, bersama menciptakan perdamaian, stabilisasi dan kemakmuran kawasan.