(Taiwan, ROC) – Komisi Urusan Dalam Negeri Yuan Legislatif sejak tanggal 11 April tengah meninjau pengusungan Lee Chin-yung sebagai ketua Komisi Pemilihan Umum. Karena ada penolakan keras yang dilakukan oleh partai KMT, Lee Chin-yung sendiri juga tidak dapat memasuki ruang rapat. Komisi Urusan Dalam Negeri Yuan Legislatif pada hari Rabu tanggal 24 April, untuk yang kedua kalinya menggelar rapat peninjauan pengusungan Lee Chin-yung. Anggota legislatif baik dari partai KMT maupun partai DPP, sejak pagi pukul 6:30 telah berkumpul di depan pintu ruang rapat, yang kemudian menimbulkan desak sikut antar legislator. Anggota Legislatif dari partai DPP Chung Chia-pin mengambil kesempatan masuk ke dalam ruang rapat lewat jendela, sementara legislator Cheng Yun-peng dan lainnya berhasil merebut mimbar Ketua Yuan Legislatif dan podium interpelasi.
Partai KMT mengritik jika Lee Chin-yung memiliki latar belakang partai yang sangat kental, sehingga diragukan keadilan saat menjalankan tugas di KPU, yang seharusnya menjadi sebuah komisi yang mandiri dan adil, sehingga mengajukan penolakan pengusungan. Sempat terjadi kekacauan dan keributan karena banyaknya legislator yang mendadak datang, selain itu juga ada perkelahian antar legislator. Legislator dari Partai KMT sempat menyiram air dan melemparkan papan. Kedua belah pihak bersitegang selama lebih dari satu jam. Koordinator fraksi DPP Chang Hung-lu pada pukul 9 pagi mendadak mengumumkan dibukanya rapat, karena partai KMT berupaya menghalangi kehadiran Lee Chin-yung untuk naik ke atas podium interpelasi, maka Chang Hung-lu memutuskan untuk segera melakukan pemungutan suara. Partai DPP yang menduduki kursi terbanyak di Yuan Legislatif, dengan mudah meloloskan pengusungan tersebut. Pada pukul 9:18 Chang Hung-lu segera mengumumkan pembubaran rapat, dan Lee Chin-yung meninggalkan Yuan Legislatif dengan bantuan perlindungan dari para legislator partai DPP.
Koordinator fraksi partai KMT Wu Chih-yang mengritik keras sikap dan tindakan yang digunakan oleh partai DPP dengan mengambil kesempatan saat terjadi keributan. Hal ini dinilai sama buruknya saat rapat terkait program “Satu hari libur, satu hari istirahat”. Ia menegaskan bahwa partai KMT tidak akan mengakui hasil keputusan yang diambil tersebut, dan akan terus melakukan pemboikotan, tidak akan membiarkan Lee Chin-yung berkesempatan merusak sistem demokrasi dalam pemilihan umum.
Koordinator Umum Partai DPP Ker Chien-ming saat diwawancarai oleh media menjelaskan bahwa partai KMT boleh menggunakan ajang interpelasi untuk menolak pengusungan tersebut, namun sangat disayangkan jika partai KMT justru menggunakan cara pemboikotan dalam penyelesaian masalah, sehingga terpaksa mengambil jalan pemungutan suara untuk mengeksekusi program pengusungan tersebut. Namun dirinya kembali menegaskan jika semua yang dilakukan sesuai dengan proses agenda yang ada.
Sementara Lee Chin-yung saat diwawancarai oleh media menyebutkan bahwa dirinya menyayangkan kejadian yang terjadi dan berharap ke depannya Yuan Legislatif bisa menyelesaikan proses peninjauan sesuai dengan sistem yang berlaku.
Lee Chin-yung mengatakan, “Kejadian yang terjadi pada hari ini di depan Yuan Legislatif, saya rasa saya juga turut menyayangkan hal tersebut. Namun setidaknya telah berhasil melewati satu proses. Kami berharap ke depannya dapat mengikuti sistem yang ada di Yuan Legislatif dalam penyelesaian program pengusungan tersebut.”
Lee Chin-yung menyebutkan bahwa jeda waktu hingga pemilihan umum presiden dan anggota legislatif tanggal 11 Januari tahun depan, hanya bersisa 8 bulan saja. KPU sendiri masih memiliki banyak tugas administrasi yang harus dikerjakan, juga memiliki banyak tugas terkait pemilu yang harus dijalankan. Jika terus terjadi pengunduran, maka kelak akan menimbulkan permasalahan yang besar.
Melalui akun facebooknya, Lee Chin-yung menjelaskan pertikaian sengit yang terjadi antar partai, telah membuat semua legislator turut sibuk, petugas setempat juga turut mengalami ketidaknyamanan. Ia juga merasa tidak tega, sehingga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada semua pihak. Sehubungan dengan kritik yang diberikan dari Partai KMT, ia juga telah memprediksi jika dirinya tidak akan dapat menaiki podium interpelasi, oleh karena itu ia mendeskripsikan semua kejadian dengan satu kalimat “Harus mandiri, harus adil”.