(Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan keraguan apakah ada intervensi dana dari Daratan Tiongkok di dalam proyek pembangunan Twin Tower Taipei masih terus berkelanjutan. Kini proposal pembangunan tengah berada dalam tahapan proses peninjauan oleh Komisi Investasi Kementrian Perekonomian atau MOEAIC. Anggota DPRD Taipei Hsu Chiao-hsin sebelumnya di dalam akun facebooknya mengunduh surat dari MOEAIC, yang mana isinya meminta perusahaan yang diberikan tender pembangunan proyek, Nan Hai Corporation Limited, harus kembali mengusung data keterangan tambahan, dan sekaligus mengritik proses pembangunan terhenti karena sikap pemerintah pusat.
Menteri Perekonomian Shen Jong-chin pada hari Rabu tanggal 24 April saat menghadiri rapat interpelasi di Yuan Legislatif menjelaskan bahwa proyek investasi pembangunan senilai NT$ 60 milyar tersebut, semua diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan merujuk kepada permintaan dari berbagai instansi yang tengah meninjau proposal proyek tersebut, diharapkan bisa mendapatkan data keterangan tambahan analisa dari badan akutansi yang dapat dipercaya, dan bisa diajukan kepada MOEAIC sebelum tanggal 13 Mei.
Anggota Legislatif dari New Power Party, Hsu Yung-ming juga turut mempertanyakan program pembangunan tersebut, dimana merujuk kepada hasil keputusan yang diambil dari Komisi Perekonomian Yuan Legislatif, sebelum MOEAIC melakukan peninjauan, hendaknya memberikan laporan khusus kepada Komisi Perekonomian. Kini dengan adanya permintaan penambahan data keterangan oleh pihak MOEAIC, apakah program dapat lolos uji dalam rapat sidang di Yuan Legislatif semester ini? Menteri Perekonomian Shen Jong-chin menjawab jika pihaknya telah melakukan persiapan, bahkan dalam rapat di MOEA sendiri juga turut dibahas. Ia menegaskan jika pihak MOEAIC hanya menjalankan tugas kewajiban sesuai dengan peratuan yang berlaku, dan tidak bermaksud untuk memperlambat proses jalannya program pembangunan Twin Tower Taipei.