(Taiwan, ROC) Terkait dengan pemberitaan yang disampaikan koran harian Liberty tentang Chen Ming-tong: Hubungan bilateral antar selat dapat mempertimbangkan jalinan diplomasi atau metode Uni Eropa”, dengan isi pemberitaan Ketua MAC Chen Ming-tong pada hari Senin ini (22/4) dalam sidang interpelasi Yuan Legislatif menekankan kedaulatan dan mekanisme undang-undang demokrasi tidak akan menjadi isu pembahasan dan tidak menjadikan isu ini sebagai premis dalam setiap pembahasan politik
Dalam pemberitaan melaporkan Chen Ming-tong mengatakan asalkan tidak mengganggu maupun meniadakan kedaulatan negara kami atau prosedural konstitusi demokrasi, sebenarnya masih banyak kemungkinan yang dapat terjadi, seperti metode Uni Eropa, negara persemakmuran atau membina hubungan diplomatik menjadi negara sekutu. Chen Ming-tong mengatakan, menjelaskan isi yang disampaikan yakni masa lalu masyarakat berpendapat demikian, ia juga menghargai pandangan ini.
Chen Ming-tong mengatakan, ‘Saya berpikir pemerintahan tidak ada yang membahas hal demikian, bukan kebijakan politik, saya hanya mengutarakan masa lalu ada masyarakat mengangkat permasalahan ini, saya menghargai pandangan seperti ini.
Chen menekankan, pemerintah tidak akan membahas pandangan tentang metode Uni Eropa, negara persemakmuran atau pembinaan hubungan diplomasi, dikarenakan pemerintah tidak memiliki kebijakan ini, semua ini semata-mata hanya pandangan yang pernah diusulkan oleh masyarakat, bukan pendapatnya, secara pribadi tidak berpandangan demikian, media terus mempertanyakan siapa yang mengusulkan pandangan ini, Chen tidak bersedia memberikan jawaban dan meminta pihak media untuk mendapatkan jawaban sendiri.
Komite Urusan Internal Yuan legislatif meninjau draf aturan hukum hubungan lintas selat draf pasal 5 ayat 3 mengatur kongres nasional dan referendum dengan pembahasan tingkat tinggi mengenai hubungan antar selat dan merancang standar untuk penandatangan perjanjian kerjasama, Chen Ming-tong mengatakan standar demikian tidaklah terlalu tinggi, dikarenakan pemerintah wajib membela pertahanan negara sendiri.
t.