(Taiwan, ROC) Mendapat pengaruh dari pengurangan produksi bahan bakar dari Rusia dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi(OPEC) maka harga minyak bumi mentah internasional selama 6 minggu terakhir terus mengalami kenaikan, hal ini membuat harga bensin dalam negeri turut naik 6 kali, mulai Senin ini (22/4) Chinese Petroleum Corporation(CPC) dengan berbagai jenis bensin mengalami kenaikan 0,6 NTD untuk setiap liter, setiap liter solar naik 0,1 NTD, bensin tanpa timbal 95 naik menjadi 30 NTD.
CPC menunjuk, walaupun banyak faktor yang mempengaruhi harga bensin, akan tetapi harga minyak bumi internasional sejauh ini masih obyektif, jika tidak mendapat banyak perubahan, maka perubahan harga bensin pekan mendatang ada kemungkinan tidak terlalu tinggi.
Juru Bicara CPC J.Z. Fang (方振仁) mengatakan, “Jadi harga minyak mentah apabila dilihat secara teknis dan linier, sementara ini berada di posisi tinggi, maka pada pekan ini apabila situasi internasional, situasi politik tidak mengalami gejolak besar, kami memprediksi pekan mendatang harga solar dan bensin untuk pekan mendatang semestinya skala kenaikan tidak akan terlalu besar.”
Akan tetapi, pihak Amerika mengeluarkan pers rilis dan mengumumkan penghapusan pengecualian 8 negara mengimpor minyak bumi mentah dari Iran termasuk Taiwan, hal ini membuat masyarakat luar penasaran apakah akan mempengaruhi harga minyak domestik. CPC mengatakan, sumber minyak bumi cukup banyak, pada tahun lalu impor minyak bumi mentah Iran ada 2 juta barrel, pada tahun ini masih belum melakukan pemesanan, jika pengecualian ini dibatalkan maka tidak akan mempengaruhi pasokan minyak bumi mentah dalam negeri.
Berdasarkan laporan luar negeri, Kemenlu Amerika Serikat pada tanggal 22 April membuka pers rilis, menyampaikan semakin memperketat sanksi yang dikenakan kepada Iran, maka pembebasan impor minyak bumi dari Iran untuk 8 negara akan dibatalkan termasuk Taiwan.
Menlu Mike Pompeo umumkan pembatalan lisensi untuk 8 negara yang mendapat pengecualian mengimpor minyak bumi mentah dari Iran.
Tahun lalu bulan Mei mundur dari P5 +1 dan setelah penandatanganan perjanjian nuklir Iran pada tahun 2015, pemerintahan Donald Trump menegaskan sanksi kepada Iran. Pihak Amerika telah menetapkan sasaran ekspor Iran hingga nihil, agar pasokan minyak bumi dunia tidak terganggu maka pada bulan Nopember tahun lalu masih memberikan pengecualian kepada 8 negara seperti Daratan Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Turki, Itali, Yunani dan Taiwan, namun pengecualian ini akan dihapus per 2 Mei.