History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lukisan Tentang Pasar Malam Taiwan Ditampilkan di Singapura

  • 20 April, 2019
  • 譚雲福
Lukisan Tentang Pasar Malam Taiwan Ditampilkan di Singapura
Lukisan Tentang Pasar Malam Taiwan Ditampilkan di Singapura

        (Taiwan, ROC) – Pasar malam Shihlin yang telah dikenal oleh dunia, pada hari Jumat malam tanggal 19 April, mencoba dibuka di negara Singapura. Ini adalah kali pertamanya pasar malam Taiwan digelar di Singapura. Salah seorang pelukis muda Lin Pei-cyun yang memulai karyanya sejak masa sekolah, ia banyak melukis tentang suasana pasar malam di Taiwan. Karyanya tersebut menjadi pemikat yang mampu mengandengkan pertukaran kebudayaan di antara kedua belah pihak, ini juga menjadikan dirinya menjadi salah satu inspirasi penting di dalam ajang pasar malam tersebut.

        Pasar malam Shilin ala Singapura tersebut, digelar pada hari Jumat hingga tanggal 21 April, kemudian ditambah dengan tanggal 26 hingga tanggal 28 yan akan digelar di Singapore Turf Club. Kegiatan kali ini juga memadukan flash mop, yang tentu juga menjadi salah satu pemikat kegiatan pengelenggaraan pasar malam kuliner, dan berhasil menarik lebih dari 300 an pelaku usaha untuk membuka kedai di sana.

        Lin Pei-cyun sendiri yang kini berusia 20 tahun, mengabil jurunan melukis, kini tengah bekerja sebagai seorang desainer cover dan juga pembuat situs internet, ia juga dikategorikan sebagai salah satu pelaku usaha bidang kesenian budaya. Semua lukisan dan gambar yang dihasilkannya, adalah hal-hal yang menarik perhatiannya. Namun saat ia masih duduk di bangku sekolah, ia juga turut merasakan kebosanan dalam kesehariannya, hal inilah yang akhirnya menjadikan dirinya sebagai salah satu mediator pertukaran kebudayaan antara Taiwan dan Singapura.

        Saat diwawancara oleh media, Lin Pei-cyun menjelaskan bahwa semua hasil karya kreatif, khususnya gambar yang biasanya diselipkan di dalam berbagai karya lainnya, hanya merupakan salah satu bagian dari mata pelajaran di sekolah. Ia kerap mengambil foto hitam putih, yang kemudian memadukanya dengan cat berwarna, sehingga menciptakan sebuah gambar yang sangat fantastis.

        Awalnya ia mengakui jika dirinya hanya ingin menggunakan gaya sketsa untuk mengilustrasikan Taiwan, menggambarkan keindahan Taiwan dan alamnya, sehingga dunia dapat lebih memahami para pandangan pelaku usaha setempat, kaum cendekiawan dan juga rakyat jelata terhadap jalan dan toko yang tersebar.

        Lin Pei-cyun menjelaskan bahwa gambar yang dihasilkan tersebut, mampu menayangkan rupa keragaman dunia pasar malam kuliner Taiwan, gerobak kedai, dan tentu saja dilengkapi dengan berbagai bentuk merek dagangan tersendiri. Namun yang paling penting di sini adalah kebudayaan pasar malam Taiwan, yang juga sekaligus menunjukkan keramahan masyarakat Taiwan, kesopanan dan juga semangat dalam kehidupan.

        Pameran yang digelar di Singapura tersebut, juga karena di dorong oleh salah satu media platform bernama Behance, sehingga tidak semata memamerkan hasil karya seni ke Singapura, namun juga turut membuat masyarakat Singapura dapat leih mengenal dan memahami kebudayaan pasar malam Taiwan.

        Pertukaran kebudayaan tersebut, tetu telah menciptakan sebuah pemikiran yang baru, dan membuat masyarakat berintrospeksi diri berkenaan dengan cara yang mudah dalam mengenal kehidupan masyarakat yang ada di Kawasan Asia Tenggara, dimana semua ini merupakan sebuah proses yang sangat bermakna.

Komentar

Terbarumore