History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

(Taiwan, ROC) – Seiring dengan tugas pencegahan merebaknya asfivirus yang dilakukan oleh pemerintah, justru ada netizen yang mengunduh berita tentang konsumsi makanan yang mengandung daging b

  • 20 April, 2019
  • 譚雲福
(Taiwan, ROC) – Seiring dengan tugas pencegahan merebaknya asfivirus yang dilakukan oleh pemerintah, justru ada netizen yang mengunduh berita tentang konsumsi makanan yang mengandung daging b
BAPHIQ: Jika Ada yang Mengimpor Produk Babi Akan Diusut

        (Taiwan, ROC) – Seiring dengan tugas pencegahan merebaknya asfivirus yang dilakukan oleh pemerintah, justru ada netizen yang mengunduh berita tentang konsumsi makanan yang mengandung daging babi, dimana bahan kandungannya ada yang berasa dari daging babi yang dikonsumsi oleh angkatan militer Daratan Tiongkok, bahkan sekaligus mengunduh situs penjualan daging babi online. Biro Inspeksi dan Karantina Hewan dan Tanaman Dewan Pertanian pada hari Jumat tanggal 19 April menyampaikan bahwa jika memang benar adanya tindakan impor produk makanan serupa, maka akan segera ditindaklanjuti dan dikenakan pasal peraturan penyelundupan produk secara illegal.

        Kepala BAPHIQ Feng Hai-tung menyampaikan bahwa di dalam dunia maya, ada netizen yang meninggalkan pesan pada situs akun media sosial milik salah satu netizen yang terkenal, dengan mengunduh informasi berkenaan dengan situs penjualan online. Disebutkan jika ada penjual yang menjual produk makanan yang mengandung babi yang biasanya digunakan untuk kebutuhan satuan militer Daratan Tiongkok. Pihak BAPHIQ sendiri juga telah segera menghubungi situs tersebut, dan segera menemukan akun bernama ‘Serigala salju’, dan ditemukan jika menjual 3 produk yang mengandung daging babi, sehingga pada tahun lalu, akun bernama ‘Serigala salju’ tersebut telah diminta untuk menurunkan produk tersebut dari rak penjualan di platform belanja online.

        Guna mengantisipasi masuknya asfivirus yang berasal dari Daratan Tiongkok, pihak Dewan Pertanian, Kementrian Perekonomian dan juga pelaku usaha belanja online, sejak tanggal 5 Desember tahun lalu, telah sepakat membentuk aliansi antisipasi dan pencegahan merebaknya asfivirus, termasuk juga media platform penjualan online sejenis Taobao, yang tidak lagi memperbolehkan konsumen untuk membeli produk terkait. Tindakan ini juga telah mampu menekan angka impor produk yang dilarang tersebut hingga mencapai 90%.

        Feng Hai-tung menjelaskan bahwa pihak pelaku usaha juga telah mengikuti peraturan yang diterapkan selama 6 bulan terakhir ini, sehingga akun ‘Serigala salju’ juga telah menghentikan penjualan produk terkait di platform media penjualan online jenis Ruten. Selain itu, yang disebutkan dengan mengunduh informasi di dalam internet, sebenarnya adalah berita usang yang sempat diunduh pada tahun 2015, yang mana kejadian asfivirus belum merebak di Kawasan Daratan Tiongkok, sehingga tidak dikategorikan melanggar atau meragukan tindakan penyebaran asfivirus. Namun Kepala Divisi Pencegahan Epidemi BAPHIQ Hsu Rung-pin menjelaskan bahwa kawasan Daratan Tiongkok memang kerap menjadi kawasan yang mudah terjangkit penyakit virus flu babi. Meskipun sebelum merebaknya kasus virus flu babi, sebenarnya produk serupa memang tidak diijinkan untuk diimpor masuk ke Taiwan.

        Feng Hai-tung menyebutkan bahwa sehubungan dengan data informasi terkait produk yang dijual, masih tetap harus diketahui asal usul produk dan diteliti oleh instansi yang bersangkutan, jika tidak melalui proses penyelidikan, maka jika diketahui akan dikenakan pasal penyelundupan, selain akan didenda maka juga akan dikenakan pasal pidana kurungan penjara.

Komentar

Terbarumore