(Taiwan, ROC) Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Amerika Serikat (Defense Security Cooperation Agency - DSCA) pada tanggal 15 April 2019 waktu setempat mengatakan, Kemenlu Amerika Serikat meloloskan penjualan senjata kepada Taiwan senilai 500 juta USD, dilanjutkan dengan program pelatihan pilot pesawat tempur F-16 Fighting Falcon di markas militer Luke Air Force Arizona dan maintenance pesawat untuk selanjutnya, kondisi demikian telah disampaikan kepada kongres. Presiden Tsai Ing-wen pada hari Selasa ini (16/4) menghadiri Dialog Keamanan kawasan Indo Pasifik, Beliau mengatakan pesawat Daratan Tiongkok pada tanggal 15 April menjalankan pelatihan penerbangan jarak jauh, rute penerbangan yang melintasi teritorial udara Taiwan, maka mengusik keamanan teritorial maupun perairan Taiwan, merusak status quo dan stabilitas, semua ini bukan hal yang seharusnya dilakukan oleh suatu negara besar, akan tetapi sangat mengapresiasi para militer yang selalu siap siaga memonitor perkembangan keamanan nasional, maka semakin memperkuat keteguhan membela negara.
Pemerintah AS meluncurkan pers rilis penjualan senjata untuk Taiwan, dalam isi keterangan pers yang utama adalah memberikan pelatihan pilot pesawat tempur di markas militer Luke Air Force Arizona dan maintenance pesawat, senilai 500 juta USD. Respon Presiden Tsai Ing-wen mengenai keterangan ini adalah datang tepat waktunya.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “Mengenai pelatihan kepada pilot pesawat di markas militer Luke Air Force Arizona akan berlanjut, bahkan kami berharap akan semakin diperkuat, kualitas pilot pesawat tempur kami akan semakin kuat dan stabil, bahkan keunggulan Angkatan Udara dapat setara dengan tingkat internasional, hal ini sangat penting sekali bagi Kemenhan Taiwan.”
Kemenlu Taiwan mengemukakan, dalam masa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini merupakan penjualan senjata kepada Taiwan untuk ketiga kalinya, selain menunjukkan pihak Amerika sangat memperhatikan keamanan nasional Taiwan, juga menandakan hubungan kemitraan Taiwan-Amerika dalam keamanan kawasan Indo Pasifik semakin baik. Berkaitan dengan penjualan senjata Amerika kepada Taiwan, Kemenlu menyambut baik dan pihak Amerika juga memperingati hukum hubungan Taiwan ke-40 tahun, atas penerapan hukum tersebut dan Six Assurances maka pihak Kemenlu sangat berterima kasih.
Penjualan senjata ini melanjutkan kontrak penjualan perlengkapan militer yang disetujui dalam perjanjian penjualan militer asing(FMS) dari perusahaan Raytheon yang ditunjuk oleh Kemenhan Amerika pada akhir bulan Maret, dengan proyek penjualan senjata terbaru yakni proyek reparasi radar untuk kapal selam Taiwan yang bernilai 50 juta USD.