(Taiwan, ROC) - Taiwan menghormati keputusan Amerika Serikat mengutus mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Paul Ryan sebagai pemimpin delegasi untuk menghadiri serangkaian event untuk memperingati 40 tahun berlakunya Undang-undang Hubungan Taiwan (Taiwan Relations Act/TRA).
Demikian diungkapkan Ketua Departemen Urusan Amerika Utara di bawah Kementrian Luar Negeri (MOFA) Vincent Yao (姚金祥) pada hari Kamis, 11 April, merespon pertanyaan wartawan perihal konfirmasi dari Institut Amerika di Taiwan (AIT) sehari sebelumnya bahwa Ryan akan tiba di Taiwan dalam beberapa hari mendatang untuk menghadiri acara-acara perayaan AIT@40.
Serangkaian acara yang dijadwalkan digelar sepanjang setahun itu mencakup suatu upacara dan resepsi perayaan di kantor baru AIT di Distrik Neihu, Taipei, serta “Women’s Economic Empowerment Summit,” pertemuan tingkat tinggi atas isu kepemimpinan ekonomi kaum wanita di dunia, yang dijadwalkan digelar sehari berikutnya.
Vincent Yao mengatakan, “Meski sudah meletakkan jabatan Ketua DPR, Paul Ryan adalah bintang masa depan bagi Partai Republik. Ia masih sangat muda, karirnya masih berkesempatan besar untuk maju. Ia juga menjalin hubungan baik dengan lembaga eksekutif Amerika, termasuk dengan Presiden Donald Trump. Untuk itu, perihal diutusnya Ryan sebagai pemimpin rombongan perayaan, kami percaya Amerika punya pertimbangan sendiri, dan kami menghormati keputusan Amerika.”
Sekedar informasi, Paul Ryan adalah Ketua DPR Amerika Serikat ke 54 dari Oktober 2015 hingga Januari 2019. April tahun lalu, Ryan mengumumkan keputusan tidak lagi mengikuti pemilihan DPR. Dengan ini, berakhirlah karirnya di Kongres yang telah berlangsung 20 tahun.