(Taiwan, ROC) – Media majalah Amerika, TIME pada tanggal 5 April merilis isu laporan berita terkait paparan yang disampaikan oleh 3 pejabat Amerika, yang mana menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump demi untuk dapat melancarkan diskusi negosiasi yang akan dilakukan, maka menunda penjualan pesawat tempur jenis F-16V kepada Taiwan, hingga rapat diskusi terkait perdagangan dengan pihak Daratan Tiongkok berakhir. Pihak pejabat setempat mencemaskan bahwa demi diskusi negosiasi perdagangan tersebut, Trump juga akan bersikap melemah terhadap pihak Daratan Tiongkok.
Berdasarkan pemberitaan yang ada, pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya membeberkan bahwa pemerintah Trump untuk sementara waktu menunda proses penjualan senjata kepada Taiwan, dan sikap ini juga akan membuat Taiwan menjadi tidak menentu sehubungan dengan masa depan yang kelak akan dihapainya. Pihak pejabat Taiwan tetap memandang positif bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Donald Trump akan menyelesaikan program penjualan senjata seperti yang telah disetujui sebelumnya, dan memandang bahwa seiring dengan adanya penekanan emosi jika dibandingkan sebelumnya saat perang dagang mulai diusung, maka sikap ini akan lebih mempermudah proses jalannya program penjualan senjata yang ada.
Berkenaan dengan sikap pemerintah Amerika yang hendak menjual alutsista kepada Taiwan, juga harus melalui ijin persetujuan dari kongres Amerika terlebih dahulu. Jika merujuk kepada data informasi yang disebutkan oleh salah seorang pejabat pemerintah, Presiden Donald Tump masih belum mengusung perijinan hingga ke tahap kongres, namun adanya ketidak-samaan pandangan yang dilontarkan oleh Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat, dan pengajuan untuk menggelar rapat diskusi lintas kementrian, untuk dapat memastikan eksekusi final terkait kapan pihak Amerika akan menjual tank tempur jenis M1 Abrams kepada Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen saat melakukan kunjungan ke Hawaii pada akhir bulan Maret lalu, melalui tele conference yang dilakukan dengan Heritage Foundation memaparkan bahwa pihak Taiwan secara jelas telah mengajukan permohonan untuk pembelian pesawat tempur jenis F-16V dan juga tank tempur jenis M1.
Media Bloomberg edisi bulan Maret merilis pemberitaan bahwa pemerintah Trump akan menyetujui kebutuhan yang diajukan oleh Taiwan, dan berniat untuk menjual sebanyak 60 buah pesawat tempur jenis F-16V kepada Taiwan.
Presiden Trump pada hari Kamis tanggal 4 April menyampaikan bahwa jarak pemerintah Amerika dengan pihak pemerintah Daratan Tiongkok dalam hal perdamaian untuk perang dagang, juga semakin dekat, dan diprediksi bahwa kedua belah pihak akan mencapai sebuah kesepakatan dalam kurun waktu yang sangat singkat dan diperkirakan akan terjadi selama 4 minggu terakhir ini. Jika melihat kepada agenda program yang ada, usai tim diskusi negosiasi antara Amerika dan Daratan Tiongkok mencapai sebuah kesepakatan, maka Trump dijadwalkan akan bertemu dengan Xi Jin-ping, guna menandatangani nota kesepahaman bersama, dan ini berarti perang dagang yang telah bergejolak selama kurun waktu 1 tahun terakhir ini juga akan segera mereda.
Banyak pejabat dari pihak Amerika yang menyebutkan bahwa diskusi negosiasi yang dilakukan tersebut akan memberikan kemudahan dan kelancaran untuk kelanjutan Donald Trump dalam menjalankan karier politiknya, berguna juga untuk meredakan semua ketegangan yang dihadapi oleh para investor, namun tentu saja masih belum mampu benar-benar menyelesaikan inti permasalahan dari perang dagang, termasuk masalah kasus pencurian pembajakan hak cipta produk teknologi oleh pihak Daratan Tiongkok, intimidasi yang digencarkan melalui jaringan internet, termasuk sasaran yang dijatuhkan kepada perindustrian tertentu.
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh media TIME, Gedung Putih memilih untuk menunda sementara penjualan persenjataan militer kepada Taiwan di saat tengah dilakukannya diskusi negosiasi perang dagang antara Amerika dengan Daratan Tiongkok, hal ini semakin memperlihatkan bahwa Amerika berupaya untuk mencari sebuah jalan solusi dalam menstabilkan situasi di antara masalah perang dagang dan komitmen terhadap Taiwan, dimana semuanya tentu merupakan hal yang sangat rumit dan kompleks.
Dari sudut pandang hukum, Amerika memiliki kewajiban untuk membantu memberikan perlindungan pertahanan diri kepada Taiwan, sehingga pada tahun 1990, Amerika sempat menjual sebanyak 144 buah pesawat tempur jenis F-16 A/B. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini, pihak pemerintah Amerika tidak menyetujui penjualan pesawat militer apapun kepada Taiwan. Dengan adanya sikap penundaan yang diambil oleh Trump, menunjukkan bahwa pemerintah Amerika kembali menundukkan kepada kepada Daratan Tiongkok.