History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Amerika Peringatkan Beijing untuk Tidak Gunakan Kekuatan Militer Terhadap Taiwan

  • 03 April, 2019
  • 譚雲福
Amerika Peringatkan Beijing untuk Tidak Gunakan Kekuatan Militer Terhadap Taiwan
Amerika Peringatkan Beijing untuk Tidak Gunakan Kekuatan Militer Terhadap Taiwan

        (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan pesawat tempur milik Daratan Tiongkok yang sempat melintasi garis tengah perbatasan selat Taiwan belum lama ini, pihak Amerika pada hari Selasa tanggal 2 April memberikan peringatan kepada Beijing untuk tidak menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan.

        Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Amerika Robert Palladino menjelaskan bahwa pihak Amerika tidak setuju dengan sikap dari pihak manapun yang hendak melakukan perubahan terhadap status quo yang ada saat ini, termasuk penggunaan kekuatan militer ataupun ancaman militer lainnya.

        Robert Palladino meminta pihak Beijing untuk dapat menghentikan semua aksi dan tindakan ancaman yang dilakukan, dan melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah Taiwan yang terlahir dari sistim pemilihan umum secara demokrasi tersebut.

        Merujuk kepada pemberitaan media AFP, sejak Presiden Tsai Ing-wen duduk di kursi kepemerintahan pada tahun 2016, pihak Daratan Tiongkok memandang Taiwan sebagai salah satu bagian kawasan wilayah kedaulatannya, dan telah beberapa kali melakukan aksi penerbangan pesawat tempur ataupun pelayaran kapal induk yang melewati garis tengah perbatasan selat Taiwan.

        Dan kini pihak Beijing juga tengah meningkatkan aksi militernya. Merujuk kepada Kementrian Pertahanan dan Keamanan Taiwan, 2 buah pesawat tempur jenis Shenyang J-11 milik satuan tentara Daratan Tiongkok telah melakukan aksi penerbangan yang melewati garis tengah perbatasan selat Taiwan pada tanggal 31 Maret pukul 11 pagi hari, dan memasuki kawasan penerbangan Taiwan bagian barat daya. Pihak Angkatan Udara juga segera mengutus pesawat tempurnya untuk menghalau pesawat Daratan Tiongkok dari kawasan penerbangan milik Taiwan dan kembali ke bagian barat garis tengah perbatasan. Pemerintah Taiwan juga telah memberikan pernyataan kecaman terhadap pihak Daratan Tiongkok atas sikap perbuatan yang dinilai sangat kasar dan brutal tersebut.

        Media AFP memaparkan bahwa sama halnya dengan negara lainnya yang mengakui kedaulatan pemerintah Beijing, namun tetap menjalin hubungan yang baik dengan Taiwan. Berdasarkan Undang-Undang Hubungan Taiwan-Amerika yang disahkan oleh kongres Amerika pada tahun 1979, maka pihak Amerika memiliki kewajiban untuk membantu Taiwan dalam hal melindungi diri sendiri.

        Penasehat Keamanan Nasional Amerika, John Bolton pada hari Senin tanggal 1 April lalu, dalam cuitan di twitternya kembali menegaskan bahwa pihak Amerika akan memenuhi komitmennya sesuai dengan UU Hubungan Taiwan-Amerika. John Bolton juga menegaskan bahwa sikap brutal dari pihak kemiliteran Daratan Tiongkok tidak akan mampu mendapatkan apresiasi dari rakyat Taiwan, dan hanya akan memperkuat tekad setiap insan masyarakat dalam menjaga asas demokrasi yang mereka miliki.

Komentar

Terbarumore