(Taiwan, ROC) Pesawat pejuang Daratan Tiongkok Shenyang J-11 pada tanggal 31 Maret 2019 melintasi perairan selat Taiwan, memasuki teritorial angkasa Barat Daya Taiwan, angkatan udara Taiwan segera mengutus pesawat tempur untuk mencegat memasuki teritorial udara Taiwan, maka 2 pesawat tempur Daratan Tiongkok baru baru mengubah haluan.
Presiden Tsai Ing-wen pada hari Senin (1/4) pagi hari ini menghadiri upacara pengangkatan dan penganugerahan kader penting angkatan darat, dalam sambutannya menyampaikan, dalam beberapa tahun terakhir ini, situasi internasional mengalami perubahan dengan cepat, stabilitas nasional menghadapi tantangan semakin kompleks, baik mempertahankan stabilitas, kedaulatan maupun menjamin nilai kebebasan dan kesejahteraan masyarakat Taiwan, peranan dan tugas militer Taiwan semakin penting.”
Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, dalam beberapa waktu terdekat ini, semakin banyak tindakan operasi militer, berawal dari penerbangan melintasi selat Miyako, yang memicu kerisauan dari negara-negara sekitarnya, pada tanggal 31 Maret melintasi garis tengah selat Taiwan, setelah dihadang oleh militer Taiwan baru berubah haluan, tindakan Daratan Tiongkok demikian dapat dikatakan perubahan sikap sepihak, bahkan juga menjadi provokasi terbuka yang dapat mengganggu keamanan regional, Presiden Tsai juga mengajukan protes dan mengingatkan kepada 3 hal tidak untuk pemerintahan Beijing dan 3 keyakinan yang dianut oleh Taiwan.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “pada kesempatan ini saya tidak hanya ingin mengajukan aksi protes, juga menegaskan peringatan kepada pemerintahan Beijing, jangan memprovokasi secara sengaja, jangan memicu keonaran, jangan berniat merusak status quo Taiwan. Saya juga menginginkan agar seluruh masyarakat Taiwan mengetahui akan keteguhan dan bertekad menjaga stabilitas nasional dan kedaulatan, yakin dengan pembelaan kebebasan rakyat, juga yakin Taiwan yang terus bergerak maju, untuk 3 keyakinan ini, tidak meragukan militer Taiwan yang memiliki tekad dan kemampuan mempertahankan Taiwan.”
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, sebagai presiden, akan bersama para pejuang membela tanah air hingga titik darah penghabisan.