(Taiwan, ROC) – Guna untuk mendorong inovasi para sutradara muda, Kantor Perwakilan ROC di New York bekerja sama dengan NGO World Youth Alliance (WYA) Manhattan, menyelenggarakan pameran film internasional. Pada tahun ini, tidak ada karya Taiwan yang berhasil masuk. Film pendek Amerika Serikat dengan judul Year Zero, berhasil memenangkan penghargaan utama.
Manhattan International Film Festival 2019 mengadakan upacara pembukaan di Kantor Perwakilan ROC di New York pada tanggal 25 Maret 2019. Dalam acara tersebut, berhasil disaring 10 finalis utama. Pergelaran festival film tahun ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya organisasi NGO World Youth Alliance (WYA). Kantor perwakilan ROC di New York juga sempat merayakan hari jadi WYA dengan memotong kue ulang tahun.
Ketua WYA yaitu Lord Leomer Pomperada diketahui pernah bermukim di Taiwan selama bertahun-tahun. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kantor Perwakilan ROC di New York, atas dukungan jangka panjangnya untuk Manhattan International Film Festival. Ia menambahkan melalui pergelaran festival ini, para sutradara muda dapat menemukan jati diri dan daya inovasi dalam jiwa mereka.
Kepala Kantor Perwakilan ROC di New York, Hsu Li-wen menggambarkan sosok seorang Lord Leomer Pomperada sebagai salah satu warga Taiwan. Ia juga menegaskan bahwa peran dari pertukaran yang digelar oleh WYA dapat membuka mata dunia, terutama dalam memperluas pengaruh positif kaum muda. Ia melanjutkan Taiwan bersama WYA sangat menjunjung nilai-nilai universal; misalnya kebebasan dan Hak Asasi Manusia.
Manhattan International Film Festival pertama kali digelar oleh WYA pada tahun 2012. Melalui festival ini diharapkan dapat mendorong kaum muda untuk menggali dan merenungkan kembali akan isu yang menyangkut harkat martabat manusia. Tahun ini ada 100 karya film dari seluruh dunia yang turut mendaftar. 10 judul film yang berhasil masuk tahap final; masing-masing berasal dari Meksiko, Amerika Serikat, Inggris, Filipina dan Belanda.
Hsu Li-wen mengatakan masyarakat Taiwan sangat-lah terbuka dan beragam, hal ini merupakan ladang yang subur bagi sektor perfilman. Meskipun tahun ini tidak ada film Taiwan yang berhasil masuk dalam tahap final, namun peserta dapat menikmati pesona Taiwan melalui salah satu film karya anak bangsa, dengan judul Mr.Buddha. Film ini akan disajikan dalam format Realitas Virtual (VR) di Tribeca Film Festival (TFF) di New York.