History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma: Taiwan Harus Percepat Langkah Menuju Perekonomian Bebas

  • 09 August, 2014
  • Editor
Presiden Ma: Taiwan Harus Percepat Langkah Menuju Perekonomian Bebas
Presiden Ma: Taiwan Harus Percepat Langkah Menuju Perekonomian Bebas

      (Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Sabtu tanggal 9 Agustus, saat menghadiri upacara kelulusan pegawai negeri tingkat tinggi, mengemukakan bahwa perekonomian Taiwan beberapa saat terakhir ini memang mengalami perbaikan, namun masih tetap akan menghadapi berbagai tantangan yang besar untuk masa yang akan datang. Presiden Ma mengutip salah satu artikel yang ditayangkan dalam Asia Wall Street Journal bertajuk “Kemunduran Taiwan atas Keinginan Sendiri” dan menyebutkan bahwa Taiwan harus secepat mungkin mempercepat langkahnya guna mencapai tujuan perekonomian bebas. Jika Taiwan tidak dapat bersaing dalam hal bea cukai produk dengan negara lain, maka ini berarti sebuah peringatan untuk Taiwan.

        Presiden Ma Ying-jeou bersama dengan Perdana Menteri Jiang Yu-hwa pada hari Sabtu tanggal 9 Agustus menghadiri upacara kelulusan pegawai negeri tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh institusi Pusat Pengembangan Pegawai Negeri. Presiden Ma juga menjelaskan perihal lingkungan ekonomi yang tengah dihadapi oleh Taiwan dewasa ini.

        Presiden Ma mengatakan, situasi perekonomian Taiwan dalam kurun waktu 5 bulan terakhir ini berada pada lampu hijau, yang berarti telah berada pada status perbaikan. Pertumbuhan ekonomi Taiwan beberapa saat terakhir ini juga telah melebihi angka 3%, daya belimasyarakat juga telah menembus angka tertinggi dalam sejarah. Tetapi Taiwan masih tetap akan menghadapi berbagai tantangan besar di masa yang akan datang.

        Presiden Ma saat merujuk kepada artikel yang tertulis dalam Asia Wall Street Journal tersebut, dimana disebutkan bahwa gerak langkah Taiwan dalam menuju kawasan perekonomian bebas, tidak secepat negara-negara tetangga, seperti Korea Selatan dan Hongkong. Sekalipun Taiwan dan Daratan Tiongkok telah menandatangani perjanjian kerjasama ECFA, namun peraturan terkait masih tertahan dalam sidang Yuan Legislatif. Hal ini belum lagi ditambah dengan hasil kerjasama ekonomi dengan negara lain yang dicapai oleh Taiwan belum banyak, dan semua kekurangan tersebut masih belum bisa dirasakan oleh Taiwan sendiri.

        Presiden Ma mengkhawatirkan daya saing yang dimiliki oleh Taiwan sendiri. Ma mengatakan, “Jika masalah bea cukai produk masih belum bisa bersaing dengan negara lain, maka nilai ekonomi kita di negara lain juga akan semakin kecil. Ini merupakan sebuah tantangan yang besar, dan jangan sekali-kali mengindahkan permasalahan ini.”

        Dalam waktu yang bersamaan, Presiden Ma juga menyebutkan bahwa susunan struktur industri ekonomi dalam negeri masih kurang cepat. Untuk itu Taiwan masih harus mempercepat langkahnya untuk melakukan inovasi perekonomian, sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam perkembangan ekonomi di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, semua pihak bertanggung jawab turut mensukseskan tujua Taiwan bergabung dengan organisasi kerja sama ekonomi lintas Pasific TPP dan juga RCEP.

Komentar

Terbarumore