(Taiwan, ROC) – Saat Walikota Kaoshiung Han Kuo-yu melakukan kunjungan ke Hongkong, tidak lupa juga melakukan pertemuan tertutup dengan Kepala Liaison Office of the Central People's Government in the Hong Kong Special Administrative Region, Wang Zhi-min, yang mana telah menimbulkan kontroversi dari pihak publik. Kepala Dewan Urusan Daratan Tiongkok atau MAC, Chen Ming-tong pada hari Rabu tanggal 27 Maret saat mengikuti rapat interpelasi di Yuan Eksekutif oleh pihak Komisi Urusan Dalam Negeri menyampaikan bahwa kunjungan Han Kuo-yu ke kantor LOCPG Hongkong sangatlah sensitif, sehingga menimbulkan argumentasi publik baik di Taiwan, Hongkong bahkan dunia internasional. Chen menjelaskan bahwa melihat dari catatan sejarah pimpinan kawasan atau kota selama ini yang tidak pernah melakukan hubungan dengan pihak LOCPG, maka aksi tindakan Han Kuo-yu telah berada di luar batas yang sewajarnya.
Chen Ming-tong mengatakan, “Tentu saja sangat sensitif, ini adalah sebuah aksi tindakan politik hal yang sangat sensitif, sehingga memicu berbagai perbedaan pendapat. Dan Chen Ju sendiri juga tidak pernah mengunjungi LOCPG, saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa dalam sejarahnya, semua pimpinan kota dan kawasan, bahkan termasuk Ma Ying-jeou, Presiden Ma sekalipun, saat dirinya menjadi walikota juga tidak pernah melakukan kunjungan langsung ke kantor LOCPG.”
Saat Chen Ming-tong menjabat sebagai Wakil Kepala MAC pada bulan Agustus 2001 juga sempat mengundang Kepala Bidang Urusan Taiwan LOCPG kala itu, Xing Kui-shan. Chen Ming-tong menjelaskan bahwa pada tahun tersebut, Xing Kuei-shan melakukan kunjungan ke Taiwan, dan pihak MAC juga menjamunya, yang mana tindakan tersebut adalah untuk menunjukkan kedaulatan yang dimiliki. Saat Chen Ming-tong menjawab pertanyaan dari anggota legislator, ia menyebutkan bahwa kunjungan Han Kuo-yu ke Hongkong, Makau, Shenzhen, dan Xiamen, mengunjungi kawasan Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area, artinya adalah telah mengimplementasikan kehendak Beijing untuk mempraktekkan strategi prinsip satu negara dua sistem terhadap Taiwan, dan ini tentu akan memberikan nilai minus terhadap hubungan antar selat.
Chen Ming-tong mengatakan, “Menjual buah dapat diakui sangat baik, dan kita harus bisa memberikan apresiasinya, namun untuk aksi tindakan melakukan kunjungan ke kantor LOCPG, bukan hanya saja memicu perdebatan di kalangan sosial masyarakat Hongkong, Taiwan bahkan dunia internasional. Dan hal ini akan memberikan nilai minus. Mereka telah membangun strategi prinsip satu negara dua sistem untuk Taiwan, dan mengapa Anda justru mengimplementasikan kehendak mereka. Prinsip satu negara dua sistem ini tentu hanya akan memberikan nilai minus untuk hubungan antar selat saja.”
Chen Ming-tong menyebutkan bahwa pihak MAC tengah melakukan pertimbangan perbaikan peraturan berkenaan dengan hubungan antara Hongkong dan Makau, dimana akan membatasi pejabat pemerintahan, kepala kota dan kabupaten, dan pejabat terkait lainnya saat melakukan kunjungan ke Hongkong dan Makau. Berkenaan dengan apakah akan menjatuhkan denda hukuman senilai NT$ 500 ribu terhadap tindakan yang dilakukan oleh Han Kuo-yu, pihak Chen Ming-tong menjawab bahwa semua hanya baru bisa ditindaklanjuti untuk dikonfirmasikan kembali usai kepulangan Han Kuo-yu ke Taiwan.
Sementara itu, pihak Kepala Badan Inteligen Negara Peng Sheng-chu saat diinterpelasi menjawab bahwa pihaknya hingga kini masih belum memahami maksud kunjungan Han Kuo-yu ke kantor LOCPG, dan hasil pertemuan apakah akan memberikan dampak pengaruh terhadap masalah pertahanan dan keamanan nasional, dengan melihat kondisi yang telah terjadi di Hongkong dan Makao, maka Han Kuo-yu tidak perlu mengajukan ijin terlebih dahulu, sementara pertemuan dengan LOCPG juga sebenarnya tidak akan melanggar peraturan yang ada, namun semuanya masih harus dikonformasi lebih lanjut untuk kepastiannya.