(Taiwan, ROC) Wakil Sekretaris umum legislatif Yuan partai KMT republik Tiongkok Liao Kuo-Tung pada hari ini tanggal 9 Agustus 2014 menyatakan bahwa besok para kader partai serta Komite partai central akan berembuk untuk mempelajari apakah sidang paripurna yang ke 3 akan di laksanakan.
Ketika Liao Kuo-Tung dalam wawancara kepada responden pada pagi hari mengatakan bahwa, rapat yang kedua sudah berakhir kemarin, dan belum ada keputusan yang mufakat. sidang paripurna ini sudah 2 kali di langsungkan akan tetapi ada beberapa legislator yang tidak dapat hadir karena ditugaskan di tempat yang berbeda maupun tugas di luar negeri. Dan hasil sidang Paripurna yang ke 2 sudah di laporkan secara oral kepada partai KMT. Dinyatakan bahwa para anggota sidang ingin beristirahat, apakah sidang Paripurna yang ke 3 akan dilangsungkan akan diumumkan esok hari.
Beliau juga menambahkan esok para kader dan dari pihak partai KMT central akan bertukar pandangan apakah sesi sidang paripurna yang ke 3 akan di gelar. Apabila ada kemufakatan dalam rapat esok hari maka sidang Paripurna yang ke 3 akan di agendakan dari tanggal 18 Agustus hingga tanggal 22 Agustus 2014. Pembahasan penting yang akan menjadi topik sidang paripurna yang ke 3 akan di fokuskan dalam pengawasan kasus kesepakatan lintas-selat khususnya zona demonstrasi ekonomi bebas dan berharap agar kesepakatan tersebut dapat mencari jalan keluar dan suara yang mufakat.
Liao Kuo-Tung mengakui bahwa jadwal sidang paripurna yang ke 3 sangat singkat, apabila pemerintah dan partai tidak dapat mencapai kemufakatan, akan menjadi mekanisme yang sangat sulit sekali. Karena tidak ada kesepakatan antara Rancangan Undang-Undang yang di sepakati bersama, maka dari itu rapat Paripurna yang ke 3 diharapkan agar mendapatkan jawaban terkait perihal ini.
Serketaris jendral partai DPP Chai Qi-Chang menyatakan bahwa apabila sidang paripurna ini akan dijalankan, akan tetapi belum ada Rancangan Undang-Undang yang kuat maka rapat ini hanya akan membuang waktu dan menghabiskan uang rakyat. Beliau percaya bahwa insiden ledakan pipa gas bawah tanah yang terjadi di KaoHsiung beberapa saat lalu masih dalam tahap rehabilitasi dan tahap pemulihan.
Kemarin di lokasi insiden para korban telah ditambah deritanya dengan hujan besar, belum lagi musim thypoon yang akan datang, memaksa bantuan bencana dari pusat maupun daerah. Demi mencegah kejadian yang sama terulang kembali, rekonstruksi politik tidak begitu penting dibandingkan dengan bencana nasional yang terjadi pada saat ini.
Konstitusi Republik Tiongkok menyatakan bahwa, apabila suara dari anggota parlemen lebih 1/4 jumlah anggota parlemen terkait permintaan sidang, maka sidang paripurna harus di laksanakan lagi.