(Taiwan, ROC) – Merujuk kepada apa yang disebutkan oleh juru bicara organisasi kesehatan sedunia kepada media sebelumnya, yakni apabila tidak ada pemahaman antar selat, maka Taiwan berkemungkinan tidak akan mendapatkan undangan untuk ikut serta hadir dalam sidang majelis WHA tahun ini. Untuk itu pihak Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat kembali menyuarakan dukungannya kepada Taiwan agar dapat ikut serta hadir dalam kegiatan sidang majelis WHA.
Sebelumnya Taiwan telah dua kali secara berturut tidak mendapatkan surat undangan untuk menghadiri kegiatan WHA tersebut. Dengan adanya tekanan besar yang dilakukan oleh pihak Daratan Tiongkok, maka dikhawatirkan tahun ini juga berkemungkinan tidak dapat hadir dalam kegiatan WHA untuk yang ketiga kalinya. Juru Bicara WHO, Christian Lindmeier saat memberikan jawaban atas pertanyaan dari media melalui email membenarkan apa yang menjadi rumor di kalangan publik, yakni jika tidak adanya pemahaman yang selaras antar selat atau Cross Strait Understanding, maka Taiwan tidak perlu berharap untuk bisa mendapatkan undangan masuk dalam sidang majelis WHA tahun ini.
Untuk itu, salah satu Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan sikap dukungan kepada Taiwan, dengan tidak menggunakan status sebagai negara yang berdaulat untuk bisa ikut serta dalam organisasi internasional, dan mendukung Taiwan untuk kesediaannya jika ada organisasi internasional yang mewajibkan syarat keanggotaan dengan status sebagai negara yang berdaulat.
Juru Bicara tersebut menjelaskan hal ini meliputi organisasi ICAO, Interpol, WHO dan 60 an organisasi internasional lainnya. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Amerika akan berupaya semaksimal mungkin dan berharap Taiwan dalam menghadapi perubahaan dunia dewasa saat ini, mampu memperluas jangkauan dengan turut berkontribusi secara nyata dan jelas, memberikan sumbangsih kepada dunia.
Presiden Tsai Ing-wen yang kini tengah melakukan lawatan kunjungan ke Palau saat mengetahui hal ini menjawab bahwa kesehatan adalah nilai paling mendasar dari hak asasi manusia, sehingga pihak Beijing tidak memiliki alasan apapun untuk memarginalisasikan Taiwan dari keikutsertaan dalam berbagai kegiataan dan organisasi terkait kesehatan, yang mana penduduk sebanyak 23 juta jiwa tersebut, juga memiliki hak kesehatan yang tidak dapat dihindarkan atau diremehkan begitu saja.
Presiden Tsai Ing-wen lebih lanjut menyampaikan bahwa tanpa keikutsertaan Taiwan maka hanya akan merugikan strukturisasi kesehatan dunia internasional. Taiwan dapat berbuat dan berkontribusi lebih banyak dalam hal kesehatan, dengan mengambil contoh hubungan kerjasama bidang kesehatan yang terjalin antara Taiwan dengan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik, sebagai bentuk kontribusi besar, dan ini akan menjadi sebuah tugas berkelanjutan dari pemerintah di kedepannya.