History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Ing-wen Menghadiri Acara Jamuan Makan Malam di Palau

  • 23 March, 2019
  • 譚雲福
Presiden Tsai Ing-wen Menghadiri Acara Jamuan Makan Malam di Palau
Presiden Tsai Ing-wen Menghadiri Acara Jamuan Makan Malam di Palau

        (Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen yang kini tengah melakukan lawatan kunjungan ke Palau, Presiden Tommy E. Remengesau, Jr. pada hari Jumat tanggal 22 Maret malam hari menggelar jamuan makan malam untuk menyambut kunjungan Presiden Tsai Ing-wen, yang juga dihadiri oleh Duta Besar Amerika di Palau, Amy J. Hyatt. Kehadiran dubes Amy adalah sebuah tanda pemberian dukungan kepada Taiwan dari Amerika Serikat, selang setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika ke Palau sebelumnya. Para pengamat politik berpendapat bahwa hal ini adalah sebuah bentuk apresiasi dan kepastian menjadikan Taiwan sebagai salah satu pemain peran dalam strategi Hindia-Pasifik yang tengah diusung oleh Amerika.

        Pada bulan Februari tahun ini, Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo untuk pertama kalinya menghadiri Micronesia Presidents' Summit ke 19 yang digelar di Palau, ia juga memberikan imauan kepada negara-negara yang berada di kawasan Samudera Hindia dan Pasifik dengan pernyataan terbuka akan penghormatan dan dukungan dari negara-negara di kawasan selatan Samudera Pasifik untuk Taiwan.

        Merujuk kepada hasil pengamatan dari para pakar bidang urusan internasional, dalam kurun waktu 1 tahun terakhir ini, negara-negara seperti Australia, Selandia Baru yang ada di kawasan Samudera Pasifik, telah beberapa kali menyatakan ketidakpuasannya terhadap sikap Daratan Tiongkok, dan tengah berupaya mencari jalan untuk melakukan ‘perlawanan’, sehingga hal ini juga menjadi bagian pembahasan dalam perencanaan strategi baru kawasan yang sangat penting, khususnya di kawasan Samudera Pasifik.

        Amy J. Hyatt yang juga turut diundang untuk hadir dalam acara jamuan makan malam tersebut, berstatus sebagai seorang duta besar. Hal ini tidak semata mencerminkan eratnya hubungan antara Taiwan dengan Amerika, pihak Amerika bersama dengan negara-negara penting lainnya juga memasukkan Taiwan sebagai salah satu pemain peran penting dalam proses pembentukkan strategi kawasan Hindia Pasifik.

        Ada pihak yang menyebutkan bahwa hubungan kerjasama di berbagai bidang yang kini tengah gencarnya dibangun antara Taiwan dan Amerika, semakin menunjukkan ketidaksamaan peran yang dimainkan oleh Taiwan, dimana selama ini selalu dimarginalisasikan saat hal yang dibahas menyangkut hubungan antar selat. Taiwan kini dilihat sebagai salah satu pemain peran penting dalam struktur strategi kawasan Hindia Pasifik, dan pihak Amerika juga semakin menyokong penuh peran tersebut, serta melihat pentingnya hubungan kerjasama yang dibangun dengan Taiwan dalam kawasan tersebut.

        Dalam kenyataannya, belakangan ini selain terbentuknya sistem konseling demokrasi kawasan Hindia Pasifik, yang dirilis dalam acara jumpa pers bersama sebelumnya antara Menteri Luar Negeri Joseph Wu dengan Kepala AIT Brent Christensen, pihak Kementrian Luar Negeri atau MOFA juga menunjuk menteri non proto folio Hsu Szu-chien untuk melakukan pertemuan diskusi di Negara Kepulauan Solomon dengan Direktur Senior Gedung Putih Amerika Matt Pottinger. Kedua belah pihak membahas masalah langkah penguatan hubungan kerjasama kawasan, meningkatkan daya manajemen Taiwan di dalam kawasan, memainkan peran penting yang berkesinambungan dan bersama memajukan asas kebebasan dan keterbukaan di kawasan Hindia Pasifik.

Komentar

Terbarumore