History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Laporan PBB: Air Limbah Berikan Dampak Yang Lebih Buruk Bagi Anak-Anak Dibandingkan dengan Perang

  • 23 March, 2019
  • 譚雲福
Laporan PBB: Air Limbah Berikan Dampak Yang Lebih Buruk Bagi Anak-Anak Dibandingkan dengan Perang
Laporan PBB: Air Limbah Berikan Dampak Yang Lebih Buruk Bagi Anak-Anak Dibandingkan dengan Perang

        (Taiwan, ROC) – Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNICEF pada hari Jumat tanggal 22 Maret meluncurkan laporan terbaru, anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun, persentase kematian akibat penyakit yang dikarenakan kurangnya sarana air bersih dan medis, lebih tinggi 3 kali lipat dibandingkan anak-anak yang meninggal akibat kekerasan, khususnya bagi mereka yang berada di dalam kawasan negara-negara berkondisi perang.

        UNICEF mengumumkan laporan tersebut , sekaligus untuk menyambut World Water Day atau hari air sedunia. Di dalam laporan tersebut disebutkan bahwa anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun adalah bagian masa pertumbuhan yang paling rapuh, sehingga persentase kematian akibat penyakit jauh lebih tinggi dibandingkan karena kekerasan, yakni mencapai 20 kali lipat. Dalam kondisi perang terjadi, karena sulit untuk mendapatkan air yang bersih, maka banyak anak-anak yang meninggal akibat terserang bibit penyakit.

        Dalam laporan yang tercatat di WHO disebutkan, mulai dari tahun 2014 hingga 2016, karena kebutuhan air dan medis tidak tercukupi, maka telah turut menimbulkan kematian akibat penyakit berjumlah lebih dari 85 ribu orang. Jika dibandingkan dengan kematian akibat kekerasan perang, jumlahnya hanya mencapai 31 ribu orang.

        Salah satu dokter penasehat organisasi medis tanpa batas atau Medecins Sans Frontieres, Tomas Jensen memberikan laporan kepada Thomson Reuters Foundation bahwa resiko anak-anak tersebut jauh lebih besar, khususnya bibit penyakit yang bisa menyebabkan sakit perut mencret hingga kronis bagi anak-anak yang masih belum memiliki daya kekebalan tubuh kuat.

        Dalam laporan UNICEF juga menyebutkan bahwa anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun di Irak dan Suriah memiliki resiko meninggal tinggi akibat perang, sama juga halnya dengan kondisi anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun di Suriah dan Libya.

        Juru Bicara UNICEF memaparkan bahwa negara-negara yang berada dalam kondisi perang, misalnya serangan udara terhadap kawasan kota, ranjau atau bom yang belum meledak, telah turut menempatkan anak-anak berada dalam kondisi kehidupan yang penuh dengan resiko mara bahaya.

Komentar

Terbarumore