(Taiwan, ROC) --- Walikota Taipei Ko Wen-ze (柯文哲) yang tengah berkunjung ke Amerika Serikat, dikabarkan telah menyampaikan pidato singkat di Heritage Foundation pada Rabu pagi hari (20/3). Sebuah ruang dengan jumlah 130 kursi disediakan untuk menunjang pidato sang Walikota. Selain itu, beberapa tokoh penting Amerika Serikat juga hadir; meliputi Kepala Kamar Dagang Amerika Serikat-Taiwan Rupert Hammond-Chambers.
Walikota Taipei mengemukakan masalah terbesar antara Taiwan dan Daratan Tiongkok adalah rasa tidak percaya antar keduanya. Selain itu, terlepas dari partai yang ada di Taiwan saat ini, belum ada 1 langkah diskusi yang ingin diwujudkan oleh kedua pihak.
Ko Wen-je melanjutkan bahwa strategi nasional yang paling pantas bagi Taiwan, adalah strategi yang saling menguntungkan antar pihak Amerika Serikat dan Daratan Tiongkok. Ia melanjutkan bahwa “Nilai Taiwan” seharusnya bertolak pada nilai-nilai universal yang telah diwujudkan oleh Taiwan dan dibagikan bersama dengan Amerika Serikat.
Sang Walikota juga mengibaratkan “perangkat keras Taiwan dibuat oleh Daratan Tiongkok, sedangkan perangkat lunak dibuat oleh Amerika Serikat”, ia juga melanjutkan Taiwan sudah seharusnya mengambil contoh dari Israel.
Terkait dengan perumpamaan yang diutarakan Ko Wen-je, Ketua Perwakilan Kantor Partai Progresif Demokratik (DPP), Michael Fonte memuji Walikota Taipei tersebut. Namun demikian, ia kembali menanyakan dimana letak hal-hal yang substantif tersebut?
Terkait dengan saran Ko Wen-je yang ingin Taiwan belajar dari Israel, Michael Fonte kembali bertanya, apakah Ko Wen-je bersedia jika militer Taiwan beroperasi layaknya militer Israel, yang notabene terus menanamkan investasi besar-besaran dan mengutamakan kekuatan militer mereka. Namun sayang, Ko Wen-je tidak memberikan jawaban berarti.
Michael Fonte mengatakan, “Ko Wen-je tidak menjawab pertanyaan tersebut. Atau dia memang tidak ingin menjawabnya.”
Ko Wen-je diberitakan juga menyarankan bahwa Taiwan sudah seharusnya bersikap terbuka, ramah dan bersedia berkomunikasi dengan Daratan Tiongkok. Terkait hal ini, Michael Fonte mengemukakan, bahwa perkataan tersebut seakan-akan menggambarkan Ko Wen-je tidak paham akan tindakan yang telah dilakukan Daratan Tiongkok terhadap Taiwan. Michael Fonte menambahkan dirinya sungguh tidak menyangka jika sang Walikota dapat berkomentar demikian.