(Taiwan, ROC) – Video streaming asal Daratan Tiongkok mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang sangat pesat, bahkan belakangan ini juga telah berfokus kepada pasar Taiwan. Sebelumnya Komisi Investasi Kementrian Perekonomian menyebutkan tidak ada landasan pembukaan bidang video streaming untuk pelaku asal Daratan Tiongkok, selain itu karena bidang ini juga sangat sensitif, khususnya jika menyangkut urusan politik, sosial masyarakat dan budaya. Untuk itu, karena telah melanggar peraturan perijinan, maka pihaknya telah menolak pengajuan perusahaan asal Daratan Tiongkok, IQIYI, untuk masuk dan berinvestasi di Taiwan. Namun pihak perusahaan IQIYI, menggunakan cara agen distribusi untuk menarik konsumen Taiwan. Anggota legislator dari Partai DPP, Chen Ting-fei pada hari Rabu tanggal 20 Maret saat melakukan interpelasi dalam rapat Komisi Perekonomian Yuan Legislatif, menyatakan keraguannya bahwa perusahaan IQIYI tanpa melalui prosedur yang resmi dan pengesahan sebelumnya, malah telah melakukan pengoperasian di pasar Taiwan melalui agen distributornya, yang mana secara besar-besaran memasang iklan perusahaan terkait di stasiun THSR dan menjadi situs dengan pengunjung terbanyak di Taiwan.
Sekretaris Jendral MOEAIC Emile Chang memberikan jawaban bahwa saat ini perusahan IQIYI menempatkan situsnya berada di luar kawasan, dan hal ini tentu akan diinformasikan kepada Kementrian Kebudayaan, NCC untuk ditindaklanjuti. Sehubungan dengan iklan yang ada dan dampak pengaruh yang diberikan terhadap peraturan hubungan antar selat, maka hal ini akan dilimpahkan kepada Dewan Urusan Daratan Tiongkok atau MAC untuk ditindaklanjuti.
Chen Ting-fei juga mengemukakan bahwa saat ini ada perusahaan QQ, YOUKU dan lain sebagainya, yang berasal dari Daratan Tiongkok yang menggunakan cara serupa, dengan menargetkan Taiwan sebagai pasarnya. Di antaranya, perusahaan QQ yang dikategorikan sebagai perusahaan skala besar juga telah menempati salah satu kantor di gedung Taipei 101. Pihak pemerintah, termasuk Kementrian Kebudayaan dan NCC telah menggelar rapat musyawarah selama lebih dari 10 kali, namun masih belum ditemukan solusi penyelesaiannya.
Menteri Perekonomian Shen Jong-chin menegaskan bahwa jika telah menyangkut berbagai aspek dan kementrian, maka akan segera diajukan ke Yuan Eksekutif, yang kemudian Dewan Administrasi akan menggelar rapat lintas kementrian, dan membahas serta mengambil keputusan langkah yang akan dilakukan terhadap perusahan agen distribusi tersebut.
Shen Jong-chin mengatakan, “Yang artinya adalah, terima kasih kepada para anggota dewan yang telah mengingatkan kami, kami tentu akan melakukan apa yang harus kami lakukan, namun berkenaan dengan kebocoran dalam peraturan, maka ia menggunakan cara agen distributor, kami akan mengambil bahan ini untuk didikusikan dalam rapat Yuan Eksekutif, guna membahas solusi pemecahan masalah kebocoran ini.”
Menurut informasi yang diperoleh, Pusat Badan Informatika Daratan Tiongkok atau SARFT sebelumnya telah memberikan amanah bagi para pelaku usaha untuk dapat mengumandangkan budaya Tionghwa hingga ke seluruh dunia, dan Taiwan termasuk salah satu sasaran penting utama yang ada di luar negeri.