(Taiwan, ROC) – Komisi Urusan Dalam Negeri Yuan Legislatif pada hari Rabu tanggal 20 Maret tengah memeriksa Rancangan Perbaikan Peraturan Taman Nasional. Anggota legislatif dari partai DPP Chiang Chieh-an menyampaikan jika saat ini situs taman nasional hanya memiliki panduan dalam bahasa Mandarin dan Inggris, sehingga dirasakan kurang ramah untuk wisatawan internasional, dan tidak mampu memainkan peran dengan maksimal. Untuk itu, Menteri Luar Negeri Hsu Guo-yung dalam rapat interpelasi segera menyanggupi akan memperbaiki kondisi tersebut dalam kurun waktu 1 pekan.
Chiang Chieh-an menyebutkan bahwa Taiwan memiliki 8 taman nasional, merujuk kepada data statistik dari Biro Pariwisata Kementrian Transportasi, jumlah turis mancanegara dalam kurun waktu 4 tahun terakhir berhasil mencatat angka lebih dari sepuluhan juta turis. Namun mayoritas turis hanya terhenti di kawasan utara Taiwan saja, dengan menikmati sajian kuliner, ke gedung Taipei 101, Ximending dan sekitarnya. Sementara jumlah turis yang berkunjung ke taman nasional hanya sekitar 200 ribuan orang, dan tidak sesuai dengan perbandingan yang ada. Hal ini menunjukkan kurangnya promosi dari pihak pemerintah dan hanya menghabiskan sumber daya alam yang ada di taman nasional saja. Lebih lanjut Chiang Chieh-an menyampaikan jika membandingkan situs biro pariwisata yang menggunakan 10 an bahasa asing untuk mempromosikan Taiwan, maka kondisi situs taman nasional dapat dikategorikan tidak lolos uji, hanya memiliki panduan dalam bahasa Inggris dan tidak ada bahasa lainnya.
Selain itu, anggota legislator dari partai DPP Chang Hung-lu saat melakukan interpelasi mempertanyakan kelanjutan tentang program pendakian gunung di taman nasional bulan Juni mendatang. Hsu Guo-yung menjelaskan bahwa sesuai dengan program yang diajukan, maka akan tetap dijalankan, hanya saja dengan cara bertahap, misalnya wisata jalan menyusuri sungai di taman nasional, karena banyaknya sumber daya serupa, maka jika semuanya dibuka sekaligus, tentu akan memberikan dampak pengaruh terhadap perlindungan sumber mata air. Selain itu dengan mengambil contoh gunung Yushan, juga ada batasannya, dan tidak mungkin tidak dimanagemen. Jika dibuka begitu saja, dan membiarkan ribuan orang memasuki kawasan gunung Yushan, maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah keamanan setempat, sehingga pelaksanaan pembukaan jalur wisata tersebut akan dilakukan secara bertahap.