Walikota Taipei Ko Wen-je pada hari Selasa tanggal 19 Maret melakukan pertemuan dengan pejabat dari Badan Keamanan Nasional Amerika atau NSC, Kementrian Pertahanan Amerika Serikat atau DOD dan Kementrian Luar Negeri Amerika. Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Asisten Sementara Bidang Asia Pasifik Kementrian Luar Negeri Hanscom Smith, Ketua Pelaksana Institut Amerika di Taiwan Markas Besar Washington John J. Norris Jr., Wakil Kepala Negosisasi Taiwan Kementrian Luar Negeri Daniel K. Delk. Ko Wen-je menyampaikan pentingnya hubungan persahabatan antara Taiwan dengan Amerika, dan turut menjelaskan nilai penting Taiwan dalam hal kebebasan demokrasi dan 5 pokok interaksi penting. Ko Wen-je menjelaskan kepada media bahwa nilai inti yang sangat penting yang dimiliki oleh Taiwan adalah demokrasi dan kebebasan, sementara untuk 5 pokok interaksi meliputi saling mengenal, saling memahami, saling menghormati, saling bekerjasama dan saling memaklumi.
Ko Wen-je beranjak kaki memasuki Eisenhower Executive Office Building di Istana Putih untuk melakukan pertemuan dengan para pejabat setempat. Ko Wen-je sendiri didampingi oleh Kepala Dewan Urusan Luar Negeri Yang Qing-huei, Juru Bicara Chen Kuan-ting dan Staf Peneliti Chen Chien-chang serta satu penerjemah. Menurut sumber informasi yang diperoleh, Ko Wen-je beserta rombongan akan diterima oleh Ivan Kanapathy, Direktur Badan Urusan Taiwan, Tiongkok dan Mongolia, yang berlatar belakang tentara militer angkatan darat dan sebelumnya juga sempat diutus ke Taiwan.
Pada pagi hari, Ko Wen-je diagendakan melakukan pertemuan tertutup dengan Mantan Kepala AIT Richard Bush, Pakar Ahli CSIS Bonnie Glaser di Brookings Institution. Usai rapat pertemuan dan berlanjut dengan wawancara bersama dengan media, Ko Wen-je tidak memberikan informasi lebih banyak, selain itu karena Brookings Institution adalah sebuah Think Tank yang bergerak dalam bidang ilmu sains, bukan instansi resmi pemerintah Amerika, sehingga tidak bisa memberikan saran atau pendapat terkait masalah hubungan antar selat.
Ko Wen-je menjelaskan bahwa dirinya sempat mengutarakan pandangannya tentang “Antar selat bersaudara”, yang mana merupakan sebuah sikap yang bijak terhadap Daratan Tiongkok, namun di balik semua itu, masih tetap harus mempersiapkan pembangunan perekonomian dan pertahanan keamanan nasional. “Kita tidak ingin membuat emosi Daratan Tiongkok, atau ingin bertempur dengannya atau berperang melawannya”, ujar Ko Wen-je.
Richard Bush menjelaskan bahwa kedua belah pihak melakukan diskusi santai dan singkat, komunikasi di antara kedua belah pihak juga berjalan dengan baik, serta sangat senang dapat melakukan diskusi dengan Ko Wen-je.