(Taiwan, ROC) – Kepala Bidang Negosiasi Urusan Taiwan Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat, James Heller, pada hari Kamis tanggal 14 Maret menyampaikan bahwa sikap menghalang-halangi Taiwan untuk turut hadir dalam sidang majelis WHA yang dilakukan oleh Beijing, telah memberikan rasa ketidaknyamanan. Selain itu juga turut merusak hubungan antar selat, membelakangi tujuan awal yang sempat dikumandangkan oleh Beijing sebelumnya, yakni ingin merebut hati masyarakat Taiwan.
Project 2049 Institute Amerika Serikat dan Pusat Penelitian Taiwan Internasional, bersama menggelar seminar yang membahas program yang diluncurkan oleh Amerika Serikat terhadap Taiwan. Kegiatan seminar tersebut, selain mengundang James Heller, juga turut hadir David Stilwell, Asisten Urusan Asia Pasifik Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat.
Sejak Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan pengusungan nama David Stilwell pada bulan Oktober tahun lalu selaku Asisten Urusan Asia Pasifik, pihak Komisi Urusan Luar Negeri Kongres Amerika Serikat hingga kini masih belum mengagendakan nama yang diusung untuk hadir dalam rapat dengar pendapat.
Sidang Majelis WHA akan digelar pada tanggal 20 Mei mendatang. James Heller secara langsung mengusung dan menegaskan sikap Amerika, yang mana akan terus memberikan dukungan kepada Taiwan, untuk bisa hadir dan memenuhi persyaratan menjadi salah satu anggota bagian organisasi internasional dengan tanpa mengharuskan penggunaan status sebuah negara yang berdaulat. Jika ada persyaratan untuk menjadi anggota harus dengan status negara yang berdaulat, maka pihak Amerika juga akan mendukung Taiwan untuk bisa “Bersedia mengikuti”. Sementara untuk masalah medis kesehatan yang tidak ada batasan kenegaraan, maka menjadi alasan bagi Amerika untuk memberikan dukungan kepada Taiwan dalam keikutsertaan di dalam Sidang Majelis WHA.
James Heller juga menambahkan bahwa Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO, pada tahun lalu telah menolak kehadiran Taiwan dalam WHA dengan status sebagai pengamat, sehingga telah menimbulkan rasa ketidaknyamanan. Pihak Daratan Tiongkok kembali mencoba untuk memarginalisasikan Taiwan dari organisasi internasional, menghalangi Taiwan yang memiliki keprofesionalan untuk masuk ke dalam dunia internasional. Hal ini telah merusak hubungan antar selat dan juga tidak sesuai dengan apa yang sempat diutarakan oleh Beijing sebelumnya dalam hal menarik hati masyarakat Taiwan. Pihak Amerika akan terus melakukan pengusungan dan bekerjasama dengan organisasi internasional untuk mencari jalan keluar baru, sehingga Taiwan bisa mendapatkan penghormatan yang selayaknya dan mengapresiasi kontribusi yang telah diberikan kepada dunia.