History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Benedict Rogers: Prinsip Satu Negara Dua Sistem Sama Dengan Satu Negara Satu Sistem

  • 13 March, 2019
  • 譚雲福
Benedict Rogers: Prinsip Satu Negara Dua Sistem Sama Dengan Satu Negara Satu Sistem
Benedict Rogers: Prinsip Satu Negara Dua Sistem Sama Dengan Satu Negara Satu Sistem

(Taiwan, ROC) – Wakil Kepala Dewan Urusan Hak Asasi Manusia dari partai konservatif Inggris, Benedict Rogers bertandang ke Taiwan untuk menghadiri kegiatan diskusi umum perlindungan kebebasan beragama kawasan Hindia Pasifik, dan sekaligus menerima wawancara dari Radio Taiwan Internasional pada hari Rabu tanggal 13 Maret.

Presiden Tsai Ing-wen memberikan mandat tugas kepada Rektor Yu Shan Theological College & Seminary, Pusin Tali, selaku duta untuk bidang kebebasan beragama. Pemerintah juga memberikan sumbangan dana kepada Yayasan Kebebasan Beragama Internasional Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebesar US$ 1 juta. Benedict Rogers juga memberikan apresiasi yang tinggi akan tindakan yang diambil oleh pihak Taiwan, dan memberikan sebutan jika Taiwan adalah salah satu contoh baik penerapan asas demokrasi dan kebebasan di kawasan.

        Benedict Rogers mengatakan, “Taiwan dan Daratan Tiongkok bagaikan membandingkan pagi dan malam. Para umat beragama yang ada di Daratan Tiongkok mengalami penganiayaan yang parah semenjak reformasi budaya diberlakukan. Sementara di Taiwan, justru malah menggelar rapat diskusi tentang kebebasan beragama, dan presiden bahkan memberikan pernyataan akan kebebasan beragama.”

        Benedict Rogers sempat tinggal di Hongkong sejak tahun 1997 hingga 2002, dan dirinya berpendapat jika prinsip satu negara dua sistem awal diterapkan di Hongkong, sistem ini berjalan dengan baik dan masuk akal untuk 5 tahun pertama, namun selanjutnya, khususnya setelah selang 5 tahun berlalu, malah justru melihat para penyuara perdamaian di Hongkong dipenjarakan, sementara anggota legislatif juga dihapuskan peranannya, yang mana semua ini adalah bentuk penindasan terhadap sistim swadaya sebuah kawasan. Oleh sebab itu, dalam kondisi demikian, lantas apakah Taiwan harus menerima prinsip satu negara dua sistem.

        Benedict Rogers mengatakan, “Melihat Taiwan yang penuh vitalitas, berasaskan demorasi, membuat orang sangat menghormati arti kebebasan yang paling mendasar. Pertanyaan saya adalah, lantas mengapa Taiwan harus menukar kebebasan yang dimiliki dengan prinsip satu negara dua sistem? Dan prinsip satu negara dua sistem ini, di mata Xi Jin-ping sebenarnya adalah satu negara satu sistem.”

        Benedict Rogers memberikan pernyataan kepada masyarakat Daratan Tiongkok, jika benar-benar menginginkan Taiwan menerima prinsip satu negara dua sistem, jika menganggap sistem tersebut adalah hal yang sangat baik, lantas mengapa tidak dipraktekkan sendiri terlebih dahulu?

Komentar

Terbarumore