History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai: Memperkuat Kerjasama Dengan Berbagai Negara Menciptakan Dunia Bebas Beragama Tanpa Ada Rasa Takut

  • 11 March, 2019
  • 鄭蕙玲
Presiden Tsai: Memperkuat Kerjasama Dengan Berbagai Negara Menciptakan Dunia Bebas Beragama Tanpa Ada Rasa Takut
Presiden Tsai Ing-wen menghadiri "Dialog Masyarakat Sipil Tentang Keamanan Kebebasan Beragama Kawasan Indo Pasifik”

(Taiwan, ROC)“Dialog Masyarakat Sipil Tentang Keamanan Kebebasan Beragama Kawasan Indo Pasifik” yang digelar Kemenlu Taiwan, Taiwan Foundation for Democracy(TFD) dan Kantor Perwakilan Amerika Serikat di Taipei (AIT) pada hari Senin ini (11/3). Presiden Tsai Ing-wen menghadiri dan memberikan sambutan menyampaikan, di Taiwan banyak orang menganut agama yang berbeda, sebagai contoh di jalan Sinsheng South Road di kota Taipei memiliki reputasi “jalan menuju surga”, karena sepanjang jalan ada tempat beribadah baik untuk agama Budha, Islam, Kristen Protestan, Katolik dan Mormon saling berdekatan, hidup toleransi dan kebebasan beragama menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi masyarakat Taiwan. Presiden Tsai mengatakan, Taiwan merupakan masyarakat imigran, terus tumbuh kembang dan belajar akan perbedaan, saling toleransi dan merangkul orang-orang yang datang di masa periode yang berlainan dan dari tempat yang berbeda, agar setiap orang berada di tanah ini dapat memberikan sumbangsih dan menyulam kisah kehidupan di Taiwan.

Presiden Tsai mengutarakan, pada saat ini di banyak tempat di dunia, kebebasan beragama mendapat ancaman, dari negara yang mengancam HAM dan nilai demokrasi, sikap pemerintah mendiskriminasi, bahkan menangkap penganut agama dan menghancurkan organisasi keagamaan, patung dewa dan simbol-simbol agama, menekan pemuka agama ke pengasingan, bagi penganutnya akan ditahan dan dikurung untuk dididik dan dipaksa melanggar pantangan dari aturan agamanya, Taiwan sangat memahami tindakan ini yang melanggar, perampasan hak, nama baik dicoreng menjadi tantangan hidup berat maka mereka akan kompak dan bersatu.

Presiden Tsai Ing-wen mengatakan,“Kami memilih untuk berdiri dan bersatu dengan orang-orang yang ditindas, dirampas kebebasan beragama. Inilah alasan mengapa kami terus mengupayakan dan mendalami bersama dengan saudara-saudara sepaham saling bekerjasama, membangun hubungan kemitraan dalam konsep nilai-nilai kepercayaan guna menciptakan dunia yang bebas dari pengasingan dan ketakutan untuk beragama atau kekhawatiran karena berbeda suku.”

Direktur AIT William Brent Christensen dalam sambutannya menyampaikan, transformasi demokratis Taiwan sangat luar biasa, selain menonjolkan kekuatan pertahanan serta mendorong nilai demokrasi, juga menunjukkan semua nilai-nilai ini akan dituangkan ke dalam seluruh masyarakat sosial agar mereka mendalami pentingnya nilai-nilai ini yang diterapkan dalam kehidupan.

William Brent Christensen mengemukakan, Taiwan menghormati dan melindungi setiap agama mulai dari organisasi keagamaan yang besar hingga komunitas agama kecil, sebagai contoh Dharma Drum Mountain dan Yayasan Tzu Chi yang menunjukkan tempat seperti Taiwan memupuk banyak sekali organisasi keagamaan, bahkan berkembang dengan berkontribusi bagi masyarakat umum, dengan demikian Taiwan menjadi posisi yang pantas untuk diadakan forum dialog ini. Ia juga mengharapkan agar dalam kesempatan ini bisa saling belajar dan mendorong keterbukaan untuk kebebasan agama di kawasan Indo-Pasifik, dalam kebebasan ini mencakup kebebasan untuk pilihan nilai-nilai, sistem politik, perdagangan dan kepercayaan agama.

William Brent Christensen mengemukakan, pada tahun ini AIT akan menggelar kegiatan merayakan peringatan hukum hubungan Taiwan tahun ke-40, melangsungkan forum ini kedua belah pihak dapat saling berbagi nilai-nilai ini.

William Brent Christensen mengatakan, “ Tahun ini dalam setiap bulan, kami akan memilih salah satu topik tentang hukum hubungan Taiwan dan menggelar kegiatan relevan. Tema yang akan ditonjolkan pada bulan Maret adalah nilai bersama, dan forum hari ini adalah tonggak penting dari bulan nilai bersama ini.

Ketua TFD Su Chia-chuan(蘇嘉全) dalam sambutan menyampaikan, sangat menghargai adanya kesempatan baik ini unttuk Taiwan menjadi platform kebebasan beragama kawasan Indo Pasifik. Taiwan menjadi negara menjunjung tinggi kebebasan beragama, mementingkan HAM dan secara aktif membela perdamaian regional, berpandangan optimis untuk memberikan semakin banyak pengalaman dan kekuatan bagi dunia dan ajang dialog kebebasan beragama ini membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap kebebasan beragama.

Komentar

Terbarumore