(Taiwan, ROC) Duta Besar Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional, Samuel Brownback pada hari Senin ini (11/3) menghadiri“Dialog Masyarakat Sipil Tentang Keamanan Kebebasan Beragama Kawasan Indo Pasifik”. Usai acara pembukaan bersama Wamenlu Hsu Szu-chien(徐斯儉) membuka konferensi pers. Samuel Brownback mengatakan, kebebasan beragama bukan konsep baru, telah tertuang dalam piagam PBB serta konstitusi Daratan Tiongkok, akan tetapi malah kita menyaksikan kejadian penekanan terhadap umat muslim, penganut agama Kristen, biksu Tibet terjadi di Daratan Tiongkok, semua ini melanggar hukum konstitusi dan deklarasi Hak Asasi Manusia PBB.
Brownbeck menunjuk, Kemenlu AS pada tahun lalu bulan Juli menggelar Konferensi Tingkat Kementerian tentang Promosi Kebebasan Beragama" pertama kali, dan kali ini mengadakan dialog di Taiwan, semua ini diharapkan dapat membangun aliansi untuk membela kebebasan beragama.
Samuel Brownback mengatakan, “Kami sangat menyakini dasar hak asasi manusia, sudah benar dalam kebebasan beragama, maka kebebasan lainnya dapat diperkuat, untuk kebebasan berkumpul, kebebasan berpendapat dan masyarakat dapat tumbuh berkembang, akan tetapi jika kebebasan beragama dijalankan dengan tidak benar, hal ini akan mengarah pada jalan yang salah.”
Brownback memuji pencapaian Taiwan dalam kebebasan beragama dan diyakini Taiwan sangat menonjol dalam perlindungan HAM, dengan demikian menciptakan semangat dan kekuatan dalam sektor ekonomi dan sosial; mengenai hubungan Taiwan-AS, Brownback mengatakan, Taiwan adalah mitra terbaik AS, hubungan kedua belah pihak akan berkembang dengan semakin akrab.
Kemenlu mengutarakan, Brownback sebelumnya menjabat sebagai anggota senator federal, kemudian saat menjabat sebagai Gubernur Kansas pernah bertemu dengan delegasi Taiwan kunjungan perdagangan pertanian ke AS, Beliau sangat ramah terhadap Taiwan