History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Nilai IPA Tidak Baik Juga Dapat Menjadi Ilmuwan

  • 09 March, 2019
  • 譚雲福
Nilai IPA Tidak Baik Juga Dapat Menjadi Ilmuwan
Nilai IPA Tidak Baik Juga Dapat Menjadi Ilmuwan

        (Taiwan, ROC) – Guna menghilangkan stigma pandangan yang konservatif akan gender dan teknologi, National Taiwan Science Education Center atau NTSEC pada hari Jumat tanggal 8 Maret menggelar pameran bertajuk “Inovasi Gender dan Teknologi”, guna memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk mengenal lebih lanjut para ilmuwan wanita, mulai dari abad pertengahan hingga saat ini. Pengunjung cukup mengenakan perlengkapan VR, menyaksikan isi materi tugas yang dikerjakan oleh insinyur di masa lampau. Di dalam pameran juga digelar berbagai jenis permainan adu tangkas dan ujian tantangan, termasuk membuat sendiri alat kebutuhan medis, memindahkan ginjal batu manusia, membuat tandu penolong, belajar bagaimana caranya menggunakan kawat besi untuk menolong bayi atau binatang yang mungkin berada dalam kondisi terjepit. Pameran khusus ini memang sengaja digelar, dengan harapan dapat memberikan harapan kepada mereka yang tidak memiliki nilai ilmu pengetahuan alam atau IPA yang baik, khususnya bagi para kaum perempuan, juga memiliki kesempatan untuk belajar praktek, dan siapa tahu mampu memancing bakat yang terpendamsebagai seorang ilmuwan.

        Kepala NTSEC Chen Hsuch-yu mengatakan, “Selain ilmuwan Maria Skłodowska-Curie, apakah masih ada yang mengetahui ilmuwan yang lainnya? Apakah ada ilmuwan wanita yang berjasa besar di dunia? Atau insinyur atau penemu? Pihak NTSEC menggelar pameran ‘Menata dunia kita – inovasi gender dan teknologi’, untuk memperkenalkan para ilmuwan wanita mulai dari abad pertengahan, pertumbuhan kebudayaan dan seni, abad pencerahan hingga era abad ke 20, termasuk di antaranya Julia Morgan, insinyur wanita pertama dari Amerika untuk bidang teknik sipil. Ia sendiri telah mendesain lebih dari 700 an gedung bangunan.”

        Pihak NTSEC menggunakan video untuk memperkenalkan kepada para pengunjung tentang peluru signal, wiper air pada mobil, kaca pembesar untuk menyelam, dimana semuanya adalah hasil temuan para ilmuwan wanita. Dalam lokasi pameran juga tersedia kacamata VR atau Virtual Reality, dimana para pengunjung dapat mengenakannya untuk bisa langsung melihat Augusta Ada King-Noel, penulis program komputer pertama di dunia, yang mampu membawa pengunjung untuk kembali ke era abad ke 19, sembari belajar tata kode penulisan program komputer.

        Penanggung jawab pameran Lin Yu-shuan menjelaskan bahwa di Taiwan banyak yang memiliki nilai matematika, fisika yang kurang baik. Namun hal tersebut bisa saja hanya karena memang nilai ujiannya semata yang tidak baik, dan belum tentu tidak memiliki bakat dalam berhitung, yang mana mungkin bisa menggunakan metode berbeda dalam mempelajarinya. Oleh sebab itu, dalam kegiatan ini juga digelar beberapa kelas pembelajaran dan juga permainan uji coba kemampuan, di antaranya cara menyelesaikan proses operasi, yang memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk belajar cara operasi. Dalam ruangan tersedia gunting, sumpit, tusuk gigi, pelakban, magnet dan tanah, kemudian menggunakan berbagai benda yang disediakan tersebut untuk membuat alat pembantu operasi medis, belajar cara memotong tumor otak, batu ginjal, tulang retak hingga cara memperbaiki susunan struktur paru-paru. Di kelas lainnya adalah kelas untuk pemberian bantuan pertolongan pertama dalam kecelakaan saat terjadi bencana gempa, merakit tandu, menggunakan kawat besi untuk menyongkel bayi atau binatang peliharaan yang berada dalm kondisi terjepit.

        Adapun pameran ini akan dilangsungkan selama 8 bulan, hingga tanggal 24 November. Pihak NTSEC mengharapkan lebih banyak lagi pengunjung yang datang bereksplorasi dan belajar mencoba untuk meninggalkan stigma pandangan yang konservatif, khususnya dalam hal gender dan hubungannya dengan bakat kemampuan teknologi atau pekerjaan yang kreatif dan inovatif.

Komentar

Terbarumore