(Taiwan, ROC) - Kementrian Luar Negeri (MOFA) berharap kunjungan di Taiwan yang akan segera dilaksanakan Duta Besar Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional (United States Ambassador-at-Large for International Religious Freedom) Sam Brownback, bisa memperkuat sinergi ketergabungan wilayah Taiwan dan menonjolkan nilai serta makna Taiwan.
Menurut pengumuman dari Institut Amerika di Taiwan (AIT), sebagai salah satu kegiatan dalam rangka peringatan 40 tahun berlakunya Undang-undang Hubungan Taiwan, Brownback akan menghadiri Forum Indo-Pasifik atas Kebebasan Beragama yang disponsori bersama oleh Amerika Serikat dan Taiwan pada 11 dan 12 Maret di Taipei, yang rencananya juga akan dihadiri pemimpin kebebasan beragama dari 15 negara.
Juru bicara MOFA Andrew Lee Hsien-chang (李憲章) mengetengahkan, agenda terperinci Brownback di Taiwan masih didiskusikan antara Taipei dan Washington, yang bisa dipastikan saat ini adalah Brownback dan delegasi akan tiba di Taiwan tanggal 10 malam.
Selain menghadiri Forum Indo-Pasifik atas Kebebasan Beragama, Brownback dalam masa kunjungan di Taiwan juga akan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan pejabat-pejabat tinggi bersangkutan lain.
Menurut MOFA, Taiwan sangat mengutamakan kunjungan Brownback, dan kunjungan tersebut diharapkan bisa menonjolkan peran strategis Taiwan di kawasan Asia-Pasifik, juga bisa memperkuat sinergi ketergabungan wilayah Taiwan dan menonjolkan nilai serta makna Taiwan.
Sekedar informasi, Sam Brownback dalam perjalanan kali ini selain akan berkunjung di Taiwan, juga akan mengadakan lawatan ke Hong Kong; dan ini akan menjadi kunjungan Brownback yang pertama di Taiwan dan Hong Kong, demikian berdasarkan keterangan yang dirilis Rabu, 6 Maret, oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.