(Taiwan, ROC) – Kementrian Perekonomian atau MOEA memprediksi bahwa pada tahun 2025, harga listrik akan naik 30%, mulai dari NT$ 3,08 per kWh menjadi NT$ 3,39 per kWh. Namun Mantan Perdana Menteri Jiang Yu-huah dalam akun facebooknya menyebutkan jika pihak MOEA sengaja merendahkan perkiraannya, menyepelekan dana bantuan dan modal, yakni modal jaringan listrik dengan modal kalkulasi sistem yang harus seimbang. Jika semua modal tersebut juga ikut dikalkulasikan, maka harga listrik akan naik 45%.
Sehubungan dengan masalah harga listrik, Menteri Perekonomian Shen Jong-chin pada hari Rabu tanggal 6 Maret saat menerima wawancara dari media radio menegaskan bahwa pihak MOEA telah mempertimbangkan semua hal dengan matang, termasuk masalah apakah akan ada kenaikan harga listrik atau tidak di masa yang akan datang, pemetaan penyediaan listrik dan lain sebagainya. Jika kelak di kedepannya, perusahaan internasional lainnya meminta Taiwan untuk dapat menyediakan jaringan listrik yang ramah lingkungan, sehingga perusahaan akan mulai merubah kebiasaan penggunaan membeli listrik ramah lingkungan, menurunkan beban yang kini tengah dipikul oleh pemerintah, maka kenaikan harga listrik pada tahun 2025 belum tentu mencapai 30%.
Shen Jong-chin mengatakan, “Pada awalnya kita prediksikan jika semua beban ditanggung oleh pemerintah, namun jika kelak ke depannya ada perusahaan internasional asing yang meminta perusahaan lokal kita, dan perusahaan dapat langsung membeli sumber energi listrik ramah lingkungan dari penyedia listrik, maka pemerintah tentu tidak harus menanggung semua biaya mahal dari pembelian listrik dari pihak swasta. Oleh sebab itu, rumor tentang kenaikan harga listrik hingga mencapai 30% pada tahun 2025 belum tentu pasti terjadi.”
Shen Jong-chin menegaskan bahwa sekalipun pada tahun 2025 harga listrik akan naik hingga 30%nya, maka belum tentu sepenuhnya naik hingga ke skala demikian, dan akan naik secara bertahap, karena pemerintah tentu juga akan memperhatikan kondisi perekonomian masyarakat. Pada intinya, untuk penggunaan listrik di bawah 330 kWh tidak akan ada kenaikan, yang mana 75% darinya, mayoritas digunakan oleh masyarakat umum.