History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Absen Dalam Rapat WHO, CDC: Sungguh Tidak Adil Bagi Taiwan

  • 04 March, 2019
  • 鄭蕙玲
Taiwan Absen Dalam Rapat WHO, CDC: Sungguh Tidak Adil Bagi Taiwan
Wakil Dirjen CDC Taiwan, Luo Yi-jun

(Taiwan, ROC) Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) pada tanggal 21 Februari 2019 menggelar rapat pembahasan vaksin influenza (2019-2020 Northern Hemisphere Influenza Season) di Beijing, sementara Taiwan dipaksa untuk absen tidak menghadiri rapat tersebut. Wakil Dirjen Pengendalian Penyakit(CDC) Taiwan Luo Yi-jun (羅一鈞) pada hari Senin ini (4/3) mengatakan, WHO setahun 2 kali akan mengadakan rapat komposisi vaksin influenza, pertama di bulan 2 diadakan di belahan dunia utara, rapat kedua diadakan di bulan Agustus di belahan dunia selatan. Semenjak tahun 2014 Taiwan selalu mengutus spesialis vaksin untuk menghadiri rapat ini, akan tetapi pada tahun ini bulan Februari baru mendapatkan undangan rapat pada detik-detik menjelang rapat, dikarenakan belum ada persiapan hingga memutuskan tidak hadir. Luo Yi-jun mengatakan, di masa lalu pihak kami selalu berkoordinasi dengan petunjuk yang disampaikan Kemenlu, dikarenakan tahun ini diadakan di Beijing, Kemenlu beranggapan ada unsur intervensi dalam undangan yang saat detik-detik menjelang rapat berlangsung, maka tetap konsisten dengan prinsip yang dipegang Taiwan, lagipula waktu yang tidak memungkinkan, Taiwan dengan terpaksa absen dalam rapat ini.

Luo Yi-jun mengatakan, “kami beranggapan, walaupun ini termasuk pertemuan yang terbuka, bahkan perusahaan farmasi juga dapat ikut serta, semestinya ada kemungkinan faktor politik yang mengesampingkan Taiwan, hal ini dapat mengakibatkan kerugian bagi kesehatan masyarakat Taiwan, kami wajib mengupayakan agar tugas intelijen penghimpunan informasi pencegahan epidemi dapat berjalan dengan optimal, namun kami berpikir ada negara lain secara mudah memperoleh informasi dalam rapat pertemuan, sementara kami membutuhkan setidaknya 3-5 kali lipat upaya untuk mendapatkan informasi, dalam hal ini sungguh tidak adil.”

Hasil rapat pembahasan kali ini untuk pemakaian vaksin untuk flu, diantaranya virus influenza A subtype H3N2 terus mengalami perubahan sehingga sulit untuk dipastikan, maka perlu menunggu 21 Maret baru diumumkan, pertama kalinya WHO mengalami keterlambatan dalam pemberitahuan laporan mengenai virus ini, ada kemungkinan dapat mempengaruhi jadwal pemberian suntikan vaksin, CDC akan terus memonitor dan terus menghubungi produsen vaksin.     

Luo Yi-jun mengatakan, “ Jika pihak kami pada akhir bulan Maret dapat dipastikan untuk mengadopsi vaksin 2A2B, maka kami dapat segera memesan dengan produsen vaksin, agar kami juga tercatat dapat daftar prioritas utama, dengan demikian baru dapat mengejar ketertinggalan di awal paruh tahun ini, juga mengharapkan agar diberi kelancaran dan bulan Oktober mendatang suntikan vaksin dapat dimulai.”

Walaupun Taiwan absen dalam rapat WHO vaksin influenza paruh awal tahun ini, namun CDC Taiwan menekankan, Taiwan tetap berupaya dlam penanggungan epidemi, di masa mendatang berupaya keras dengan Kemenlu, memberikan rekomendasi spesialis dan pakar untuk menghadiri rapat pertemuan dan memantau informasi pencegahan epidemi pada kesempatan pertama.

Komentar

Terbarumore