History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Tsai Ing-wen dengan Tegas Menolak Prinsip Satu Ngara Dua Sistem

  • 02 March, 2019
  • 譚雲福
Presiden Tsai Ing-wen dengan Tegas Menolak Prinsip Satu Ngara Dua Sistem
Presiden Tsai Ing-wen dengan Tegas Menolak Prinsip Satu Ngara Dua Sistem

(Taiwan, ROC) – Belum lama ini Presiden Tsai Ing-wen baru saja menerima wawancara dari salah satu media Jepang Sankei Shimbun. Dalam wawancara tersebut, Presiden Tsai Ing-wen menyampaikan bahwa dirinya dengan tegas menolak prinsip yang diajukan oleh pimpinan Daratan Tiongkok Xi Jin-ping yakni “Satu negara dua sistem”, hanya demi untuk reunifikasi dengan Taiwan. Tsai berpendapat jika prinsip tersebut tidak akan menyelesaikan masalah antar selat.

Media Jepang Sankei Shimbun pada hari Sabtu tanggal 2 Maret menayangkan isi dari hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 28 Februari lalu. Dalam laporan berita tersebut disebutkan jika Xi Jin-ping pada tanggal 2 Januari silam sempat melontarkan prinsip “Satu negara dua sistem” untuk menyatukan Taiwan, dan Presiden Tsai Ing-wen membalasnya dengan cukup tegas.

Dalam laporan media disebutkan bahwa Presiden Tsai Ing-wen pada tanggal 1 Januari silam, baru saja memberikan pidatonya kepada seluruh media, baik dalam dan luar negeri, dan tentu mengecam sikap yang dilakukan oleh Daratan Tiongkok. Sementara pada tanggal 2 Januari, Presiden Tsai Ing-wen secara jelas menyebutkan bahwa tidak akan dapat menerima prinsip tersebut. Sementara pada tanggal 5 Januarai, saat Presiden Tsai Ing-wen bertemu dengan media internasional, ia juga mengritik sikap Xi Jin-ping yang disebutkan tidak akan melepaskan kemungkinan penggunaan senjata dalam menghadapi masalah Taiwan. Presiden Tsai Ing-wen yang awalnya kurang disegani dalam berbagai jajak pendapat, namun berkat sikap tegasnya tersebut, kembali berhasil mengangkat nama Tsai Ing-wen, dan jika dibandingkan dengan kondisi saat partai DPP mengalami kekalahan dalam pemilu 9 in 1, elektabilitas Tsai Ing-wen naik 8%.

Dalam laporan media juga disebutkan, berkenaan menghadapi pernyataan yang dilontarkan oleh Xi Jin-ping pada tanggal 2 Januari, Presiden Tsai Ing-wen menduga jika hal tersebut dikarenakan adanya unsur tekanan dari dalam internal Daratan Tiongkok, atau mungkin bisa juga adalah sebuah pernyataan pemikiran yang salah terhadap masyarakat Taiwan.

Presiden Tsai Ing-wen menegaskan bahwa Taiwan selama ini selalu mengambil jalan damai, yang mana bertujuan untuk menjaga kestabilan kawasan, dengan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan konfrontasi dengan pihak Daratan Tiongkok, dan berhati-hati dalam hal menjaga hubungan antar selat. Tsai menjelaskan bahwa dirinya berkeinginan memberitahukan kepada dunia akan komitmen yang dimiliki oleh Taiwan, tidak pernah akan mundur hingga batasan terakhir dan tidak akan membiarkan Daratan Tiongkok untuk mispersepsi.

Membahas mengenai kekuatan yang dimiliki oleh Taiwan, Presiden Tsai Ing-wen menjelaskan bahwa letak geografis Taiwan tepat berada di sebelah Samudera Pasifik, dan ada di sebelah pinggang Daratan Tiongkok. Taiwan memiliki keunggulan dalam hal teknologi dan asas demokrasi. Jika Taiwan kelak tidak akan ada lagi, seperti apa yang disebutkan oleh Daratan Tiongkok, maka tentu akan memberikan dampak pengaruh negatif dalam hal industri manufaktur dunia internasional.

Presiden Tsai Ing-wen menyebutkan bahwa ada negara tertentu, yang dikarenakan masalah politik dan militer, telah membentuk sebuah jaringan internet skala besar. Hal tersebut juga melahirkan berbagai berita hoax, sehingga menjadi sebuah ancaman baru bagi negara.

Presiden Tsai Ing-wen mengambil contoh jika Daratan Tiongkok berupaya menggunakan berita hoax untuk mempengaruhi kondisi kehidupan sosial masyarakat Taiwan, termasuk berita bencana di bandara Kansai Jepang pada bulan September tahun lalu. Adapun berita hoax tersebut adalah berupa pemberian pendahuluan pelayanan bagi warga Daratan Tiongkok. Sementara contoh lainnya adalah satuan militer Daratan Tiongkok mengumumkan akan melakukan latihan perang dengan persenjataan nyata pada bulan April tahun lalu, termasuk juga berita hoax lainnya di internet, yang mana semua ini bertujuan untuk memberikan kekacauan dalam kehidupan masyarakat.

Komentar

Terbarumore