(Taiwan-ROC) -- Peristiwa 28 Februari tahun ini memasuki tahun ke 72, Presiden Tsai Ing-wen hari Kamis (28/2) hadir dalam “Peringatan 39 tahun Penderitaan Lin Mu You Amei” di gereja Yiguang, Taipei. Peristiwa berdarah keluarga Lin sudah berlalu 39 tahun, setiap tanggal 28 Februari banyak kerabat dan sanak saudara yang berkumpul di gereja Yiguang atau di pemakaman keluarga Lin untuk mengenangnya. Presiden Tsai Ing-wen saat tiba di lokasi langsung memeluk Lin Yi-hsiung, selain presiden hadir pula Ketua Yuan Legislatif, Su Jia-chyuan, sekjen kepresidenan, Chen Chu yang duduk sebaris dengan presiden yang bersebelahan dengan Lin Yi-hsiung. Selesai upacara Presiden Tsai kembali memeluk Lin Yi-hsiung.
Presiden Tsai Ing-wen, hari ini (28/2) melalui media sosialnya berbagi buku “Timbunan Salju Gunung Giok” karya almarhum Chen Cheng-bo, Presiden Tsai menulis “langit perlahan-lahan cerah, tumpukan salju mulai mencair, kebenaran yang ada akhirnya terungkap”
Pihak pemerintahan menyampaikan, Presiden Tsai Ing-wen, pagi hari ini (28/2) hadir dalam upacara mengenang tragedy 28 Februari, pada kesempatan ini memberikan “sertifikat pemulihan” yang dikeluarkan Presiden Tsai Ing-wen pada 4 keluarga korban, diharapkan selain pemberian kompensasi pada korban dan keluarganya, tahun ini juga akan mengeluarkan sebuah laporan baru agar dapat secara bertahap mengklarifikasi kebenaran insiden. Pihak pemerintahan membeberkan, Kepala Negara juga merasa, transformasional keadilan merupakan hal yang harus ditangani negara-negara demokratis di bawah pemerintahan otoriter, sedangkan masalah Hak Asasi Manusia harus dihadapi bersama oleh pemerintah dan rakyat. Untuk itu sebagai contohnya Presiden Tsai akan menyelenggarakan “festival musik symbiosis” selama 7 tahun yang diselenggarakan oleh kaum mudah, dengan cara ini diharapkan dapat semakin banyak orang mengenal peristiwa 28 Februari dan bergandengan tangan bersama menghadapinya. Presiden Tsai jugakembali menegaskan tujuan dari transformasi keadilan, diharapkan masyarakat Taiwan dapat hidup dengan hati tenang dan damai, mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.